juicy jazz

Leave a comment

Mobil Balap _NAIF

Masih Ada _Utha Likumahua

bincang sore

Leave a comment

keluar dari ruangan kubikel kecil yang berlantai keramik, mata gw menangkap si adek sedang asik bercerita sama nenek gw.. karena adek gw itu orang yang bisa dibilang sangat ekspresif dan bisa bercerita dengan menarik alhasil gw ikutan duduk manis untuk mendengarkan cerita dia sore ini..

cerita ini dia dapet dari seorang kepsek salah satu sekolah swasta yang lagi ngajar di kampus adek gw. kepsek ini ngajar adek gw siang harinya.. 

pengalaman bapak kepsek

Bapak kepsek ini mempunyai latar belakang yang bisa dibilang bukan berasal dari keluarga berada tetapi dia berkesempatan mengenyam pendidikan sampai s2 berkat seseorang yang baik. Bapak kepsek memiliki asam garam dalam karirnya sehingga bisa menjadi sosok seperti sekarang. Atas kegigihannya, bapak kepsek yang sudah selesai s2 berencana mencari pekerjaan, mengejar seorang manager sebuah mall dengan berbagai cara hingga pada akhirnya bapak kepsek mendapat kesempatan untuk tes namun gagal. Menyerah? NO. Bapak kepsek kembali mengejar si manager mall, melihat bapak kepsek yang ngotot akhirnya si manager mall memberikan kesempatan untuk presentasi soal management yang baik dll. Di hari presentasi ternyata bapak kepsek bukan hanya presentasi di depan manager mall melainkan seluruh komisaris yang ada. Ciut?? NO. “biarin deh kalau emang jelek, yang penting gw coba dulu semampu gw karena belum tentu gw dapet kesempatan kaya gini 2x” sehabis bapak kepsek presentasi blablabla para komisaris ngasih tantangan buat meningkatkan pendapatan mall sebanyak 500 juta dalam waktu 2-3 minggu. Setelah itu, bapak kepsek gagal mendapatkan 500 juta, bapak kepsek menghasilkan 1,5M !!! sampai akhirnya bapak kepsek berkarir dalam passion nya yaitu mengajar. 

Bapak kepsek memberikan rumusan sederhana yang dipegang dalam menjalani karirnya, yaitu 

PDCA (Plan-Do-Check-Action)

  • Plan
Hal yang paling gampang dijalani oleh kebanyakan orang, merencanakan apa-apa saja yang ingin dijalankan dan target apa saja yang ingin dicapai. Catat semuanya secara terstruktur dari rencana jangka pendek sampai jangka panjang secara detail. Catat target lo apa lalu list apa saja yang akan lo lakukan untuk mencapai target lo itu.
  • Do
Lalu kerjakan apa yang udah lo Planning. Yah, ngapain lo capek-capek dan buang waktu lo untuk mencatat rencana-rencana lo yang pada akhirnya ga ada satupun yang lo kerjakan. Hal ini yang paling butuh perjuangan (menurut gw) karena disini lo butuh komitmen yang kuat terhadap diri lo sendiri. Komitmen untuk mengerjakan step by step rencana yang sudah lo capek-capek tulis meski biasanya ada aja hambatan yang menghalangi lo. Sederhana keliatannya tapi harus extra usaha buat tetep ngejalaninnya. (nampar gw!)
  • Check
Tahap ini adalah untuk cek apakah Plan lo dan Do lo itu ada di satu koridor yang sama. Artinya, jangan sampai tujuan lo adalah koridor A tetapi hal-hal yang lo kerjakan ada di koridor B. Berada lah di jalan yang lurus dan benar. Tahap ini sekalian untuk review lagi, hal apa yang harus lo perbaiki dan hal apa yang harus lo kembangin lagi. 
  • Action

Baru di tahap ini lo ngejalanin review itu. Tahap ini dan tahap Check merupakan tahap yang dilakukan berulang ulang sampai pada akhirnya PDCA ini bisa jadi habit lo dimana alam bawah sadar lo udah mencatat PDCA ini. Kalau PDCA ini udah tercatat di dalam alam bawah sadar lo, maka kebiasaan ini akan secara tidak langsung membuat satu step baru yaitu STANDARD

  • Standard

Bagian ini adalah starting point lo yang lebih expert dari sebelumnya. Kalau lo udah punya standar dalam hidup lo maka setiap berencana, target yang lo punya jangan sampai di bawah standar ini karena ngapain lo udah capek-capek ada di posisi standar tapi malah bikin target di bawah standar, iah ga? 

begitulah nasihat bapak kepsek yang ditransfer ke gw melalui obrolan adek gw..

PDCA-S (Plan-Do-Check-Action then Standard)

Jadi, ketika sekarang lo ada di sebuah keadaan yang tidak lo sukai baik itu karir ataupun jurusan kuliah dan sebagainya, nikmatin dulu itu semua dan terapkan PDCA itu untuk membuat lo terbiasa dulu. Ketika lo sudah terbiasa dan ternyata hasilnya memuaskan maka lo bisa mulai menggapai karir sesuai passion lo. Tentu ini akan lebih mudah dijalani ke depannya sehingga PDCA-S bisa secara pasti jadi kebiasaan lo. 

create your own happiness and comfortable zone. 

Begitulah yang bapak kepsek katakan dan sukses bikin gw berfikir. Gw menulis kaya gini pun sebenarnya bukan bikin gw langsung sukses ngejalaninnya. No, gw juga masih mempelajari, memahami setiap kata-katanya dan mencoba mempraktekannya. Kapan? “Sekarang lah, ngapain di entar-entarin! Malah ga jalan sama sekali!” *jleb.

Oiah, bapak kepsek bilang dalam tahapan PDCA-S ini tentu bukan berarti lo terlepas dari berinteraksi dengan orang sekitar lo, justru lo akan sangat berinteraksi dengan sekeliling lo, maka bapak kepsek ngasih semangat lucu lagi

jangan handphone aja yang dikasih anti gores, tapi hati juga karena orang yang kebal dari sakit hati akan menjadi pribadi yang kuat dalam rencana hidupnya.

Begitulah kuliah sore gw, yang membakar diri gw untuk bisa mulai menerima karir gw dan survive di jalur yang bukan passion gw. Yah, semoga ini bukan “anget-anget tai ayam” atau kaya “pedesnya cabe” yang heboh di awal-awal doang tapi adem kemudian. Semoga ga dan semoga gw ga bebel lagi, bisa meresapi ini semua, menanamnya di dalam alam bawah sadar gw sehingga isi kuliah sore ini bisa menjadi habit gw.

Lo juga ya coba PDCA-S ini karena gw mau kita jadi orang sukses bareng-bareng ;)

karena saya memilih nya

6 Comments

setiap pilihan yang kamu pilih terkadang dipertanyakan soal alasannya.

hal ini membuat saya bertanya, apakah setiap pilihan yang kita pilih harus memiliki alasan?

karena terkadang saya merasa, ada hal-hal yang terpilih begitu saja tanpa ada alasan tersuratnya.

Takdir Tuhan?

hmmm, pertanyaan-pertanyaan itu seolah menjadi hal yang gamang bagi saya.. terlebih soal memilih wilayah yang berkesempatan saya singgahi sebulan lagi..

ga usah bingung, di post saya yang terdahulu itu sempat saya bilang soal wilayah-wilayah yang harus saya pilih untuk bisa ditempatkan beserta alasannya.. dan akhirnya, setelah kemarin berbincang sebentar dengan mamah dan nenek saya serta bapak saya di pagi harinya, saya memutuskan 4 daerah ini:

  • Medan
  • Denpasar
  • Solo
  • Malang

and what’s the reason? hmmm, alasan yang sebenarnya dibuat-buat untuk memberikan kesan saya tidak asal milih dan seolah saya sudah tau resiko dan selukbeluk wilayah itu. Nyatanya? kota-kota tersebut belum pernah saya singgahi. 

karena kota itu lah yang pada akhirnya memenuhi rongga-rongga pikiran saya, ruang-ruang yang terisi oleh pendapat dan saran orang-orang sekitar, memenuhi penglihatan saya yang disuguhi oleh gambar-gambar hasil berselancar di dunia maya. Gambling? mungkin…

perasaan saya menderu, kota mana yang akan saya singgahi.. bukan karena bosan dengan Jakarta, tetapi saya mencoba peruntungan lain, mungkin.. Saya cinta Jakarta, tetapi belum semua sisi bisa saya cintai, untuk Jakarta pun ada hal-hal yang ingin saya pilah.. Pemilih? hmmm, mungkin..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.