Leave a comment

if you only have today..

if you die tomorrow..

if tomorrow never comes.. 

what will you do now?

Putri hujan dan putra bintang

Leave a comment

Hari ini adalah ulang tahun bangsa langit yang tepat ke seratus abad eksis untuk menaungi bumi dan jagad raya. Setiap hari sakral  ini, masyarakat langit selalu mengadakan semacam pesta internal kaum sosialita mereka. Makhluk yang sering bermain di langit seperti burung, capung, kupu-kupu dan suku lainnya yang bisa terbang kali ini tidak menjadi bagian dari pesta. Selain itu setiap 4 tahun sekali, Raja Petir sebagai kepala dari bangsa langit akan memilih kaum muda-mudi untuk mengikuti pelatihan bangsa langit di sekolah udara selama setahun, yang selanjutnya akan disebut sebagai laskar langit.

Semua Laskar Langit akan melalui 3 tahapan dalam pelatihan, tahap 1 adalah pemantapan materi penguasaan wilayah langit dan pengendalian ancaman dalam dan luar, lalu di tahap 2 para laskar langit akan dibekali studi kasus yang biasa terjadi di langit dengan terjun langsung ke beberapa wilayah yang ada di langit dan tahap 3 sebagai tahap terakhir yaitu tahap adaptasi di wilayah langit yang sudah ditetapkan oleh badan pendidikan laskar. Dari situ lah akan dilihat kecocokan para laskar langit dengan wilayah yang sudah ditetapkan untuk selanjutnya akan diikat ke dalam bagian persatuan anggota laskar di tiap wilayah tersebut.

“hallo semuanyaa, nama saya Rainita Martalia suku Hujan sebagai perwakilan dari wilayah 3” seorang gadis berperawakan gembil memperkenalkan diri di depan puluhan laskar langit kelompok jingga.5 dengan khas nya yang riang. “sok akrab” terdengar suara datar menyindir dari salah satu sudut kelas. Raini-nama sapaan gadis itu- tetap tersenyum ramah dan tidak memperdulikan suara tadi. Tak berapa lama, si pemilik suara datar tadi maju ke depan “Bintang Putra Aksara dari wilayah 8. Suku Bintang”.

Sebulan berlalu, semenjak perkenalan tidak ramah itu, hidup Raini tidak tenang. “heii, kamu tuh ga ada kerjaan lain ya Bintang? Ganggu hidup saya terus” “geer banget” “nyatanya?” “apa?” “terserahlah” “hmmm…” .

Pertengkaran antara Bintang dan Raini sudah menjadi buah bibir, bukan hanya di kelompok jingga.5 saja melainkan sebagian kelompok senior dan junior yang satu gedung di Sekolah udara. Sampai suatu hari, ketika makan siang, Bintang merebut sepotong kue coklat milik Raini. Tak mau kalah, Riani berteriak lalu berusaha merebut bola-bola vanilla milik Bintang sehingga membuat ruang makan menjadi ramai. “hati-hati loh kalian berdua, ntar lama-lama bisa saling suka” “iah bener juga tuh, eh tapi kan hujan dan bintang tidak pernah bisa muncul bersamaan di satu waktu”. Celetukan dari kedua Laskar Langit yang tidak dikenal ternyata ampuh membuat Bintang dan Raini diam seribu bahasa.

Entah karena celetukan di ruang makan siang itu atau karena alasan lain, yang pasti membuat Bintang mulai menjauhi Raini. Sehari, dua hari sampai seminggu berlalu Raini dibuat bingung oleh sikap jaga jarak yang dilakukan Bintang. Raini akhirnya memutuskan untuk bertanya ke Bintang, karena Raini tidak ingin mereka berdua menjadi benar-benar musuhan. Poin-poin pertanyaan yang diajukan Raini dijawab cuek dan santai oleh Bintang, “okeh Bintang, meski kita sering bertengkar tidak penting, setidaknya sekarang saya tau kamu dan saya tidak benar-benar musuhan”. Tetapi jawaban Bintang tidak diikuti oleh perubahan sikap Bintang ke Raini, Bintang tetap menjaga jarak dan meminimalisir interaksi dengan Riani. Riani tidak lantas diam, dia berusaha sedemikian rupa agar suasana akrab versi mereka kembali ada namun hingga di satu titik Raini merasa jenuh karena Bintang tetap menghiraukan.

Tidak terasa jadwal penempatan tahap 2 akan segera keluar sehari lagi. Raini masih rindu oleh Bintang yang dulu. Saat kelas sedang kosong Riani mencuri kesempatan untuk duduk di kursi nya Bintang. Ya benar, hujan dan bintang tidak akan pernah muncul secara bersamaan. Sayang sekali. Seketika Raini merasakan ada rasa yang menjalar  di hatinya dan disaat bersamaan “ngapain di sana?”. Raini sontak terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan kertas Bintang, lalu wajah Bintang berubah pucat pasi. Keduanya saling menatap, terdiam, lalu berpaling dan kembali menjauh. Tanpa mereka saling tahu, muka keduanya memanas dan tak berapa lama air mata menetes di kedua pipi masing-masing.

Pengumuman:

Bintang Putra Aksara ditempatkan di Langit bagian Tengah wilayah 9

Rainita Martalia ditempatkan di Langit bagian Barat wilayah 5

3 tahun kemudian tanpa sengaja di sebuah pusat perdagangan untaian air dan embun, “Raini? Apa kabar kamu sekarang?” “kabar baik Bintang, kesini sama siapa?” bibir Bintang mendadak kelu, tetapi tak lama kemudian seorang gadis putih semampai menghampiri keduanya. “Raini kenalkan ini pasangan saya” “hallo, panggil aja saya Bulan”. Muka Raini memanas dengan ekspresi dibuat-buat lalu membalas uluran tangan Bulan. Begitulah tipe kamu Bintang. “Sayang, aku sudah menemukan cincin buat pertunangan kita besok. Eh, teman kamu?” “oiah Bintang, kenalin ini calon suami saya. Claudio”. Bintang mengulurkan tangannya. Inilah kita Raini, putri dari suku hujan tidak akan bersatu dengan putra dari suku bintang.

Dan keduanya berlalu, saling membelakangi dan saling bergumam dalam hati. “suku hujan memang untuk suku awan” “… dan suku bintang ditakdirkan untuk suku bulan”. Lalu kata cinta tertelan oleh hukum alam dan tak sempat terucap.

Next Post

Leave a comment

ini rindu yang menggebu bukan karena nafsu tetapi rasa yang sudah terkungkung lama 

itu pilu ketika tanya itu hadir , mencari kemana kah sang waktu membawa cerita

mata menatap penuh harap, mengerucut mencari jawab lalu berakhir hampa

entah kapan permainan ini menemukan ujungnya.

 

hello march.

Leave a comment

hi.. seneng masih bisa ketemu sama bulan baru di tahun 2012.. 

hello Maret..

kalau berkenan, saya mau bersahabat, bisa bercengkrama lebih lama, berdendang lagu-lagu bahagia bersama, menggerakkan badan ikuti irama ceria..

kalau boleh, bisa ga menjadi bulan penuh jawaban yang memuaskan atas pertanyaan yang tertampung berluberan dari bulan sebelumnya, temanmu itu..

kalau mau, saya ingin mengajak untuk mencari crayon warna-warni lalu melukisnya di selembar kertas karton yang lebar  tetapi tanpa crayon hitam yaa..

yaah Maret,

sebenarnya yang utama adalah saya ingin lebih bahagia, lebih penuh cinta, lebih merasa nyaman sama apa yang terjadi di dalam rencana Allah ini daripada bulan Februari temanmu itu,,

bersyukurlah

Leave a comment

Awalnya karena beberapa kali liat timeline Acha yang berisi Payung Teduh, rasa penasaran muncul untuk search di youtube dan bener aja saya jadi nemuin sebuah video seperti di atas.. pas liat videonya, saya jadi mikir.. 

betapa saya beruntung tidak perlu bangun sepagi itu untuk mencari rezeki, betapa saya harus bersyukur karena saya tidak perlu membanting tulang meski mendapatkan uang yang tidak seberapa, betapa saya tidak boleh banyak mengeluh untuk apa yang harus saya jalani sekarang dan betapa saya harus banyak berterimakasih karena saya masih bisa mendapatkan kenyamanan dan kehangatan hidup..

mungkin, kalau orang-orang di video itu tau betapa saya sering mengeluh.. bisa jadi mereka akan meneriaki saya

“BERSYUKURLAH ANAK MUDA”

Lihatlah ke bawah agar kamu selalu bersyukur dan liat lah ke atas untuk selalu merasa termotivasi

juicy jazz

Leave a comment

Mobil Balap _NAIF

Masih Ada _Utha Likumahua

bincang sore

Leave a comment

keluar dari ruangan kubikel kecil yang berlantai keramik, mata gw menangkap si adek sedang asik bercerita sama nenek gw.. karena adek gw itu orang yang bisa dibilang sangat ekspresif dan bisa bercerita dengan menarik alhasil gw ikutan duduk manis untuk mendengarkan cerita dia sore ini..

cerita ini dia dapet dari seorang kepsek salah satu sekolah swasta yang lagi ngajar di kampus adek gw. kepsek ini ngajar adek gw siang harinya.. 

pengalaman bapak kepsek

Bapak kepsek ini mempunyai latar belakang yang bisa dibilang bukan berasal dari keluarga berada tetapi dia berkesempatan mengenyam pendidikan sampai s2 berkat seseorang yang baik. Bapak kepsek memiliki asam garam dalam karirnya sehingga bisa menjadi sosok seperti sekarang. Atas kegigihannya, bapak kepsek yang sudah selesai s2 berencana mencari pekerjaan, mengejar seorang manager sebuah mall dengan berbagai cara hingga pada akhirnya bapak kepsek mendapat kesempatan untuk tes namun gagal. Menyerah? NO. Bapak kepsek kembali mengejar si manager mall, melihat bapak kepsek yang ngotot akhirnya si manager mall memberikan kesempatan untuk presentasi soal management yang baik dll. Di hari presentasi ternyata bapak kepsek bukan hanya presentasi di depan manager mall melainkan seluruh komisaris yang ada. Ciut?? NO. “biarin deh kalau emang jelek, yang penting gw coba dulu semampu gw karena belum tentu gw dapet kesempatan kaya gini 2x” sehabis bapak kepsek presentasi blablabla para komisaris ngasih tantangan buat meningkatkan pendapatan mall sebanyak 500 juta dalam waktu 2-3 minggu. Setelah itu, bapak kepsek gagal mendapatkan 500 juta, bapak kepsek menghasilkan 1,5M !!! sampai akhirnya bapak kepsek berkarir dalam passion nya yaitu mengajar. 

Bapak kepsek memberikan rumusan sederhana yang dipegang dalam menjalani karirnya, yaitu 

PDCA (Plan-Do-Check-Action)

  • Plan
Hal yang paling gampang dijalani oleh kebanyakan orang, merencanakan apa-apa saja yang ingin dijalankan dan target apa saja yang ingin dicapai. Catat semuanya secara terstruktur dari rencana jangka pendek sampai jangka panjang secara detail. Catat target lo apa lalu list apa saja yang akan lo lakukan untuk mencapai target lo itu.
  • Do
Lalu kerjakan apa yang udah lo Planning. Yah, ngapain lo capek-capek dan buang waktu lo untuk mencatat rencana-rencana lo yang pada akhirnya ga ada satupun yang lo kerjakan. Hal ini yang paling butuh perjuangan (menurut gw) karena disini lo butuh komitmen yang kuat terhadap diri lo sendiri. Komitmen untuk mengerjakan step by step rencana yang sudah lo capek-capek tulis meski biasanya ada aja hambatan yang menghalangi lo. Sederhana keliatannya tapi harus extra usaha buat tetep ngejalaninnya. (nampar gw!)
  • Check
Tahap ini adalah untuk cek apakah Plan lo dan Do lo itu ada di satu koridor yang sama. Artinya, jangan sampai tujuan lo adalah koridor A tetapi hal-hal yang lo kerjakan ada di koridor B. Berada lah di jalan yang lurus dan benar. Tahap ini sekalian untuk review lagi, hal apa yang harus lo perbaiki dan hal apa yang harus lo kembangin lagi. 
  • Action

Baru di tahap ini lo ngejalanin review itu. Tahap ini dan tahap Check merupakan tahap yang dilakukan berulang ulang sampai pada akhirnya PDCA ini bisa jadi habit lo dimana alam bawah sadar lo udah mencatat PDCA ini. Kalau PDCA ini udah tercatat di dalam alam bawah sadar lo, maka kebiasaan ini akan secara tidak langsung membuat satu step baru yaitu STANDARD

  • Standard

Bagian ini adalah starting point lo yang lebih expert dari sebelumnya. Kalau lo udah punya standar dalam hidup lo maka setiap berencana, target yang lo punya jangan sampai di bawah standar ini karena ngapain lo udah capek-capek ada di posisi standar tapi malah bikin target di bawah standar, iah ga? 

begitulah nasihat bapak kepsek yang ditransfer ke gw melalui obrolan adek gw..

PDCA-S (Plan-Do-Check-Action then Standard)

Jadi, ketika sekarang lo ada di sebuah keadaan yang tidak lo sukai baik itu karir ataupun jurusan kuliah dan sebagainya, nikmatin dulu itu semua dan terapkan PDCA itu untuk membuat lo terbiasa dulu. Ketika lo sudah terbiasa dan ternyata hasilnya memuaskan maka lo bisa mulai menggapai karir sesuai passion lo. Tentu ini akan lebih mudah dijalani ke depannya sehingga PDCA-S bisa secara pasti jadi kebiasaan lo. 

create your own happiness and comfortable zone. 

Begitulah yang bapak kepsek katakan dan sukses bikin gw berfikir. Gw menulis kaya gini pun sebenarnya bukan bikin gw langsung sukses ngejalaninnya. No, gw juga masih mempelajari, memahami setiap kata-katanya dan mencoba mempraktekannya. Kapan? “Sekarang lah, ngapain di entar-entarin! Malah ga jalan sama sekali!” *jleb.

Oiah, bapak kepsek bilang dalam tahapan PDCA-S ini tentu bukan berarti lo terlepas dari berinteraksi dengan orang sekitar lo, justru lo akan sangat berinteraksi dengan sekeliling lo, maka bapak kepsek ngasih semangat lucu lagi

jangan handphone aja yang dikasih anti gores, tapi hati juga karena orang yang kebal dari sakit hati akan menjadi pribadi yang kuat dalam rencana hidupnya.

Begitulah kuliah sore gw, yang membakar diri gw untuk bisa mulai menerima karir gw dan survive di jalur yang bukan passion gw. Yah, semoga ini bukan “anget-anget tai ayam” atau kaya “pedesnya cabe” yang heboh di awal-awal doang tapi adem kemudian. Semoga ga dan semoga gw ga bebel lagi, bisa meresapi ini semua, menanamnya di dalam alam bawah sadar gw sehingga isi kuliah sore ini bisa menjadi habit gw.

Lo juga ya coba PDCA-S ini karena gw mau kita jadi orang sukses bareng-bareng ;)

karena saya memilih nya

6 Comments

setiap pilihan yang kamu pilih terkadang dipertanyakan soal alasannya.

hal ini membuat saya bertanya, apakah setiap pilihan yang kita pilih harus memiliki alasan?

karena terkadang saya merasa, ada hal-hal yang terpilih begitu saja tanpa ada alasan tersuratnya.

Takdir Tuhan?

hmmm, pertanyaan-pertanyaan itu seolah menjadi hal yang gamang bagi saya.. terlebih soal memilih wilayah yang berkesempatan saya singgahi sebulan lagi..

ga usah bingung, di post saya yang terdahulu itu sempat saya bilang soal wilayah-wilayah yang harus saya pilih untuk bisa ditempatkan beserta alasannya.. dan akhirnya, setelah kemarin berbincang sebentar dengan mamah dan nenek saya serta bapak saya di pagi harinya, saya memutuskan 4 daerah ini:

  • Medan
  • Denpasar
  • Solo
  • Malang

and what’s the reason? hmmm, alasan yang sebenarnya dibuat-buat untuk memberikan kesan saya tidak asal milih dan seolah saya sudah tau resiko dan selukbeluk wilayah itu. Nyatanya? kota-kota tersebut belum pernah saya singgahi. 

karena kota itu lah yang pada akhirnya memenuhi rongga-rongga pikiran saya, ruang-ruang yang terisi oleh pendapat dan saran orang-orang sekitar, memenuhi penglihatan saya yang disuguhi oleh gambar-gambar hasil berselancar di dunia maya. Gambling? mungkin…

perasaan saya menderu, kota mana yang akan saya singgahi.. bukan karena bosan dengan Jakarta, tetapi saya mencoba peruntungan lain, mungkin.. Saya cinta Jakarta, tetapi belum semua sisi bisa saya cintai, untuk Jakarta pun ada hal-hal yang ingin saya pilah.. Pemilih? hmmm, mungkin..

OJT ke-3

Leave a comment

seharusnya di posting kemarin, jadi apa yang gw fikirkan kemarin kurang lebih seperti ini.. 

Sekarang hari ojt lab gw yang ketiga..

Kalau ditanya gimana keadaannya, bisa gw bilang sangat hectic karena bertepatan dengan beberapa kredit yang harus di review dan jatuh tempo jadi harus di komite kan.. (maaf yang ga ngerti maksudnya :D )

Lalu ..

Yang gw lakukan hari ini adalah OTS (verifikasi data debitur langsung ke tempatnya). Ada banyak yang gw dapet dari OTS, seperti cara berkomunikasi yang enak dan menyenangkan meski kita baru kenal dan ketemu sama lawan bicara kita, bagaimana mengambil celah dan kesempatan untuk menawarkan bantuan ke debitur yang tentunya memberikan profit ke kita, menggali informasi yang kita butuhkan tanpa terlihat seperti menginterogasi, cerdas dalam mengolah setiap percakapan untuk memprediksi kelangsungan hidup perusahaan ini, buat lawan bicara kita senyaman mungkin (gesture dan mimic muka harus terlatih), dan terakhir tinggalkan kesan yang baik.

Sehabis wawancara ringan hmm, mungkin lebih ke ngobrol-ngobrol di ruangan tahap selanjutnya itu berkeliling perusahaan sambil foto-foto nah dari sini bisa kita curi-curi kesempatan buat menggali informasi yang lainnya. Intinya, lo harus bisa memahami sector usaha debitur ini jadi pembicaraan bisa ngalir dan lo terlihat cerdas.

Sebenarnya masih ada kecanggungan ikut sama tim ini (red: mas rizky dan mba dilla) karena gw baru 2 hari kebelakang kenalnya, tetapi terima kasih banyak buat pencipta radio *kecup basah becek* karena bisa menjadi pencair suasana dan pembuka obrolan. Cinta banget sama penyiar jadinya, hahahhaa.. selain itu, obrolan seputar almamater lo agak sedikit menelan ludah karena embel-embel di belakang nama lo itu benar-benar menempel terus sehingga ekspektasi orang adalah lo jago di bidang itu. Bagian ini kayanya bukan masalah bagi orang-orang yang emang mencintai sarjananya, agak tidak berlaku bagi gw yang lumayan terseok-seok buat bisa dapetin gelar sarjana ini. Jadi, selama perbincangan seputar sarjana, yang gw lakukan adalah cengengesan, ngeles sana-sini, dan aktif chatting sama temen yang jago di bidang sarjana gw ini. Hahhahaa, think smart maybe :p jadi seterusnya bisa santai ngobrol lain-lain sampai akhirnya ngobrolin soal internal kantor. Woooww!

Soal internal kantor, ada banyak hal juga yang bisa gw pelajarin..

Kalau ternyata, kinerja kantor dan suasana kantor itu tidak terlepas dari peran serta pemimpinnya. Yaa, gimana seorang pemimpin bisa memberikan contoh ke staff nya dan bisa merangkul staffnya. Agak sedih ketika gw melihat bahwa ketidakhadiran si pemimpin adalah sebuah berkah, sedangkan kehadiran beliau seolah menjadi bencana. Selain itu, cobaan bagi pemimpin baru adalah bagaimana menunjukkan karakteristik dirinya sendiri karena langsung atau tidak langsung pemimpin baru akan dibanding-bandingkan dengan pemimpin sebelumnya. Sebenarnya hal ini bukan diperuntukkan bagi seorang pemimpin aja, tetapi buat setiap individu. Hal yang menyenangkan menurut gw kalau kehadiran kita ditengah-tengah orang-orang menjadi sesuatu yang melegakan dan menyenangkan, bukan begitu? J

Kalau ternyata, kerjaan ini begitu menyita waktu kita sampai ada beberapa cerita dari senior di kantor yang membuat gw berfikir “is it a right choice to be a career woman?” . wanita-wanita karir ini sering mendapat protes dari anak-anaknya. Seharusnya gw ga heran soal ini, karena toh gw dibesarkan oleh seorang wanita karir juga tapi karena gw tau rasanya menjadi seorang anak dari wanita karir maka ada ketakutan sendiri buat gw untuk menjadi wanita karir. Selain itu, gw terlalu banyak melihat hal-hal yang tidak mengenakkan dari keluarga yang ibunya adalah seorang wanita karir. Salah si, seharusnya gw merubah sudut pandang gw dan mulai mempelajari hal-hal positif menjadi seorang wanita karir sekaligus ibu yang sukses. How? Let’s think about it! Tantangan sendiri buat gw.

Kalau ternyata, kerja tim itu susah-susah gampang, karena ada banyak kepentingan dan ego disana sehingga butuh fleksibilitas diri kita buat bisa memahami satu sama lain. Enjoy your job and stop complaining! Ketika lingkungan lo sangat berbeda dengan kebiasaan yang selama ini lo jalanin maka yang lo lakukan adalah coba menjauh terlebih dahulu untuk memahami bagaimana lingkungan lo sekarang sehingga lo tau hal-hal apa yang bisa lo rubah untuk bisa berbaur di lingkungan itu. Seandainya kita mempertahankan semua kebiasaan kita yang sebelumnya, maka stress dan perasaan terbebani akan terus menjadi hal yang memberatkan bagi kita. Efeknya, lo ga akan menikmati setiap proses yang ada dan hasilnya menjadi kurang memuaskan. Hal yang masih gw pelajari juga, bagaimana bisa focus untuk apa yang sedang gw kerjakan.

Begitulah yang gw dapat di hari ketiga OJT ini..

Selanjutnya perbincangan malam di sebuah restoran cepat saji menjadi cerita lain lagi. Langit sudah tidak menunjukkan cahayanya, gw dan salah satu teman gw asik bercengkrama soal sebuah hal. Bagaimana ketika lo dipertemukan dengan seseorang yang bisa mengisi kekurangan lo tetapi ada kekurangan dia yang tidak sanggup lo terima untuk lo isi? (semoga kata-kata gw ga ribet) terkadang, kita dipertemukan oleh seseorang yang sangat di luar prediksi kita sampai-sampai semua criteria kita bisa luluh lantah. Dan ketika kita dipertemukan sama seseorang itu, mungkin ada baiknya yang dilihat adalah orang itu seutuhnya terlebih dahulu baru melihat factor-faktor di sekitarnya. Kalau hal-hal yang ada di dalam diri orang tersebut lebih kuat dari factor luarnya, mungkin harus ada ego yang diturunkan untuk bisa menerima factor luar nya itu meski sangat di luar perkiraan kita.

Ketika kita meminta orang lain untuk melihat kita apa ada nya, maka kita juga harus bisa melihat orang lain apa ada nya terlebih dahulu

Hal yang sudah berbau seperti ini sebenarnya bisa jadi nasihat buat diri sendiri, mencari orang yang terbaik atau membentuk orang untuk jadi yang terbaik. Hmmmm…

Sudah larut, waktunya gw pulang ke peraduan dengan menyusuri trotoar yang hening dan lalu lalang kendaraan bermotor di terminal sampai akhirnya gw memilih sebuah angkot jurusan ke rumah gw. Sepi, ga ada penumpang lain. Sabar gw nunggu, sampai setengah jam angkot itu masih ngetem. Okeh, ga bisa nih gw nunggu terus dan waktu semakin malam. Akhirnya gw turun dari angkot dan beralih ke tukang ojek.

Dari situ gw dapet pelajaran kalau, ga selamanya lo bisa nunggu karena waktu itu selalu bergerak semakin cepat maka yang harus lo lakukan adalah “take action and move on” atau seperti slogan di salah satu iklan “talk less do more”. Bener juga, meski terkadang ada hal yang harus lo korbankan lebih untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang semoga lebih baik. Kaya ibarat lo harus melewati jurang dengan bergelantungan dari tali satu ke tali lain, lo harus melepas tali sebelumnya untuk bisa maju ke depan dengan memegang tali setelahnya. Disini ada hal yang harus diperhitungkan yaitu kapan waktu yang tepat untuk lo bisa melepas tali sebelumnya sehingga lo ga akan terjatuh saat bergelantungan di tali setelahnya. Intinya, lo ga bisa selamanya nunggu harus ada perhitungan bagi diri lo sendiri kapan lo harus mengorbankan itu semua. Time keeps rolling, friend! ;)

Sudah selesai pelajarannya? Belum…

Sesampainya gw di rumah, gw berbincang sama bokap soal kejadian angkot itu lalu berbincang sama nyokap dan nenek gw. Kali ini ngebahas soal kota yang harus gw pilih untuk OJT Pendampingan gw selama 6 bulan ke depan terhitung dari April. Hal yang paling menyebalkan bagi gw, memilih!! Yaa karena harus ada berbagai hal yang dipikirkan dan dipertimbangkan. ONL meminta gw untuk memilih 4 wilayah dimana 2 wilayah Jawa dan 2 luar Jawa. Bingung! Dari sini lah gw tau, kalau satu kepala terkadang tidak lebih baik dari 2 kepala atau lebih untuk mengambil sebuah keputusan meski kebanyakan kepala juga akan merepotkan karena akan semakin banyak masukan untuk dipertimbangkan.

Terus intinya kota apa yang lo pilih?

Hmmmm, masih dalam tahap perenungan dan permintaan ke Allah via sholat istikharah kira-kira kota apa yang akan membawa berkah buat gw, bisa keep in touch ga jauh-jauh sama keluarga gw, dan kota dimana gw dipertemukan sama jodoh gw hehehhee.. di post selanjutnya yaaa :p

 ”

Kaskus’snew Office

Leave a comment

okeh, gw agak envy ngeliat kantor The Largest Indonesian Community ini, 

full of art banget, siklus kerja yang keliatannya santai tapi tetap ada target

wondering, suatu saat kantor gw bisa senyaman ini atau mungkin lebih nyaman :p

meski lingkup kerja gw saat ini terkesan kaku..  hehehe., boleh kan punya keinginan ;)

hampir semua ruangan gw suka, tapi yang paling gw suka adalah

  • Living Room Concept:
  • Cozy Corner:
  • Playground:

Older Entries Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.