BERSIH-BERSIH vs PENYELESAIAN MASALAH

*di tulis*
Saturday, March 27, 2010
9:48 PM

Nulis ini karena lagi-lagi saya mati gaya malam-malam..
Niatnya si mau belajar buat UTS, dari seminggu yang lalu tapi kenyataannya tidak sama sekali

ARGH…

Kesal saya..

Okeh, balik ke judul yang saya buat?!
Pasti kamu mikir apa hubungannya bersih-bersih dengan cara kita menyelesaikan masalah?!
Dan
Kenapa pula saya ngebahas itu?!

Entah kenapa malam yang suntuk ini saya tiba-tiba ingin bersih-bersih
Pas saya bebersih terlintas percakapan saya dengan teman saya
Sebut saja dia Mariana..

Suatu malam kami berbincang,
Dia mengatakan opini dia, entah hanya opini atau sebuah artikel yang pernah dia baca.

  • Jika seseorang bebersih-menyapu misalnya hingga ke kolong tempat tidur (baca: ingin bersih total sampai bagian yang tak terlihat) berarti dia adalah tipikal orang yang ingin mengatasi masalah sampai ke akarnya, mencari-cari sumber permasalahan. Masalah itu harus benar-benar clear.
  • Jika orang itu hanya bebersih yang terlihat saja, orang tersebut cenderung menyelesaikan masalah hanya sampai titik bahwa masalah itu terlihat sudah selesai. Ambil contoh kasus pertengkaran antar teman, maka dia akan menganggap gesture teman yang sudah kembali normal berarti permasalahan selesai. Dia benar-benar tidak menganggap suatu permasalahan besar hingga di cari-cari sumbernya.
  • Jika orang itu malas bebersih??? Hm.. dia pemalas saja, that’s it! Hahaha… dan pasti dia orang yang jorok 😀

yang penting sapu

Hm..
Dan saya??
Dikarenakan bintang saya yang GEMINI– dimana orang-orang GEMINI katanya adalah orang yang moody- maka ketiga point tersebut bisa ada di diri saya.

Serius.

Saya bebersih ya suka-suka hati saya aja. Tapi point ketiga bisa dibilang jarang *membela diri 😀
Kalau di ambil prioritas memang saya cenderung berada di point 2. Dan ketika saya pikir-pikir lagi mungkin benar. Saya orang yang cenderung terlalu memikirkan apa yang terlihat, hingga apa yang orang bayangkan tentang saya. Entah mengapa hampir di semua hal saya terpaku dengan APA KATA ORANG.

Jelek??
Saya sendiri gag tau.. tapi saya ingin terlepas dari pikiran seperti ini.
Keluar dari penjara pikiran yang saya buat sendiri.

Dalam menyelesaikan masalah pun seperti itu. saya paling malas membahas dan mempertanyakan. Jadi saya akan bermain sendiri dengan asumsi saya tetapi jika lawan bicara saya yang mengajak saya untuk membahasnya saya tidak akan segan untuk menanggapinya, cukup hanya mendengarkan dan sedikit berpendapat.

Jelek??
Lagi-lagi saya gag tau.

Intinya, biarkan saya dengan asumsi saya jika tidak keluar penjelasan dari mulut anda. *dikutip dari seorang teman
Asumsi yang saya buat sepositif mungkin. Asumsi yang saya pandang seadil mungkin dari kedua sisi.

Kok terlihat saya egois yah?!

Saya hanya tidak ingin memperkeruh masalah jika saya terlalu banyak bicara dan berpendapat.
Jadi jangan heran jika ada saatnya saya tiba-tiba menghilang, itu karena saya ingin merefresh pikiran saya untuk bisa menampung asumsi-asumsi positif lain yang saya buat tentang anda.


*saya akan mencari PRIMBON tentang ini hahahaha..

Advertisements

3 thoughts on “BERSIH-BERSIH vs PENYELESAIAN MASALAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s