mereka sebut itu…

saya sedang di puncak kebimbangan
di atap kebingungan
mencari seuntai jawaban yang sedikit memberi kelegaan
hari ini seakan berlalu tanpa alur
yah…
saya tak merasa sedang bekerja
linglung
saya butuh tempat mengadu tapi saya bingung dari mana saya harus mulai bercerita
langkah saya menuntun saya ke kosan teman saya
tidak lantas saya langsung bercerita
saya datang dan terdiam sejenak lalu menatapnya
mereka tahu saya sedang ingin bercerita
tetapi mereka tak memaksa dan sabar menunggu
sejam, dua jam berlalu ..
saya tidak tahan lagi, saya harus bercerita dan meminta jawabannya
ingin rasanya saya menangis malam itu

…dia plin-plan
……. saya terdiam
“orang yang baru muncul lagi itu plin-plan, kamu harus bisa menunggunya sesaat. Dia masih menyukai mu, masih memiliki perasaan yang dulu tapi biarkan dia sejenak. Kalian lucu, bisa saling blak-blakan dan kamu bisa merubah dia menjadi lebih baik. Tetapi untuk saat ini biarkan dia sejenak untuk berfikir dan menentukan, kamu sesama perempuan tidak ingin saling menyakiti kan?!”
……. saya berfikir
“dia susah suka sama orang karena dia masih ada keterikatan bathin sama mantannya. Kamu bisa saja mempunyai hubungan dengannya tetapi dia sangatlah tertutup bahkan tanpa sepengetahuan siapa pun dia akan terus membandingkan kamu dengan mantannya untuk waktu yang lama. Dia memang misterius.
…… saya menahan tangis

dan kata “sabar” seakan harus terus membayang-bayangi saya
memayungi kemana pun saya berjalan
dan biarkan semuanya berjalan apa adanya

hidup tak selamanya tentang cinta
masih ada banyak hal yang sesungguhnya siap untuk menemani mu

mereka sebut itu TEMAN
mereka sebut itu KELUARGA
mereka sebut itu KEGIATAN PADAT
mereka sebut itu ORANG-ORANG SEKELILING
mereka sebut itu TUHAN
dan
mereka sebut itu HIDUP karena
“hidup tak akan menunggu mu siap, tetapi kita yang harus mempersiapkan diri untuk hidup”

hidup ini ibarat aliran sungai yang harus kita ikuti arusnya
kejenuhan dan kebosanan terkadang memaksa kita untuk menyerah dan menarik diri dari aliran sungai kehidupan
padahal jika kita bisa menikmati tiap detik yang kita punya, merasakan tiap kasih yang di beri, rasa bosan dan jenuh itu tidak akan pernah ada
keikhlasan akan mempermudah kita untuk merekam semua tragedi yang kita lalui
dan tersimpan rapih di memori kita yang tak terbatas
sehingga jika kita ingin mengulang kembali
kita akan berterimakasih untuk semua hal yang pernah berlalu
dan kita akan lebih bersyukur serta mudah tersenyum hingga


di saat waktu terakhir itu akan datang dan memisahkan kita dari TEMAN, KELUARGA, KEGIATAN PADAT, ORANG-ORANG SEKELILING untuk bisa berjumpa dengan TUHAN….


terima kasih teramat banyak buat Kak Stephanie dan Fella yang bersedia jadi tong sampah saya untuk masalah yang ecek-ecek ini
hahahahah…
I love you so Much :-*
KISS (keep it simple story)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s