sosok itu.

satu saja cukup, seharusnya tidak ada lagi dua apalagi tiga

aaahhhh…

seharusnya saya sudah sembuh, karena sudah bertahun-tahun lamanya saya berobat

hey sosok, tak puas-puasnya kamu mengganggu.

entah mengapa keeksisan dirimu kembali ada setelah semuanya berlalu beberapa tahun silam.

apa begini cara mu menghukum saya??

hei, seharusnya kamu yang merasakan ini karena saya yang lebih pantas menghukummu.

cukup dua kali saya bertemu dengan mu, tidak untuk ketiga kalinya.

karena dengan begitu saya akan bermain dan berlari untuk mencoba merangaki kebetulan-kebetulan ini menjadi sebuah pengharapan yang bisa saja kosong.

Advertisements

3 thoughts on “sosok itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s