Bird’s Greeting

semalam mulut saya sudah beradu.Tiada yang mau meminta maaf karena gengsi masing-masing. saya melunak dan malam itu ditutup oleh perang dingin. sekian.

Saat pagi datang, saya dan keluarga berkemas ke rumah masa depan, menengok orang-orang tercinta yang lebih dahulu menempati. Entah tradisi turun temurun atau merupakan kebiasaan sebagai pengingat dan penambah semangat untuk lebih dekat dengan Allah saat ramadhan nanti. Ingat mati. Sebelum Ramadhan tiba, orang-orang berbondong datang menengok sanak keluarganya, membawa bacaan doa, rasa rindu dan taburan bunga serta siraman air mawar. Ternyata disana sudah ramai dan banyak orang khususnya anak kecil yang riang gembira menyambut siapapun yang datang termasuk kami. Dan tak lupa, seekor burung memberikan ucapan selamat datang dengan kotorannya yang tepat jatuh di jilbab saya.
“mau dapat rejeki tuh” begitu kata seorang bapak disana.

Rejeki?? tai burung sama dengan rejeki?? Aminin saja jika itu memang sesuatu yang baik. Sambutan yang mengharukan.

Kembali ke anak kecil tadi, mereka ramai-ramai membawa sebotol air dan sebuah sapu lidi. Mereka mengikuti kami ke tiga rumah yang ingin kami tengok dan kami sapa. Dengan candaan khas anak-anak, mereka menyapu dan menyirami rumah tersebut *tentu seadanya khas anak-anak*. Setelah itu mereka berkerumul mengelilingi, mata mereka berubah berbinar ketika mamah merogoh tas dan mengeluarkan selembar 20ribuan. Lalu tampak seorang ibu *bisa dibilang sebagai leader* menghitung jumlah mereka dan menyuruh mereka berbaris agar semua rata mendapatkan jatah masing-masing. Dan begitulah realitanya.

Beginilah jika menjelang Ramadhan. Rumah-rumah masa depan menjadi primadona, menjadi topik terhangat yang sering dikunjungi. Banyak pula profesi dadakan seperti penjual bunga dan air mawar, kaum duafa, tukang parkir dan pembersih makam seperti anak-anak tadi. *sayang saya tidak membawa kamera dan handphone* Dan saya mencoba menanggapi ini semua di sisi positif, anggap saja ini berbagi rejeki dan kebahagiaan. Semoga Allah memberikan yang terbaik.Amin.

Dan es dingin itu kini mencair. Alhamdulillah.

*bird’s foot note*


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s