kapan giliran kita menghadap-Nya?

pernahkah kita mempertanyakan,

“ada ga si tanda-tandanya sebelum seseorang mati”

lalu seorang ustd pernah menjawab *smg saya ga salah dengar

“ketika rambut kita mulai memutih, ingatan kita mulai menurun, penglihatan dan pendengaran kita berkurang”

tersurat bahwa kita akan meninggal ketika kita tua, begitu yang saya anggap, entah adakah yang tersirat disana.

dan ada berbagai kejadian yang saya lihat dan saya dengar mengenai kematian..

mbah saya di jogja..

beliau meninggal ketika beliau sedang tertidur dan tidak ada yang menyadari bahwa tidur itu untuk selama-lamanya hingga beberapa jam kemudian

om..

sakit yang datang tiba-tiba saat anaknya membangunkan untuk sholat maghrib membuat beliau berusaha untuk sembuh  dan ketika beliau sempat sembuh ternyata itu hari-hari terakhirnya. Saya waktu itu tidak di kabari tapi entah mengapa saya feeling untuk pulang.

teman SD..

memang sebelumnya dia telah divonis menderita suatu penyakit, tetapi sebelum kepergiannya di pagi hari teman saya ini meminta kepada ibunya untuk membantunya membersihkan tubuhnya. Teman saya berusaha semampu mungkin untuk mengeluarkan isi perutnya buang hajat dan mandi lebih bersih. Ternyata dia ingin benar-benar bersih sebelum menghadap sang Khalik di pagi harinya.

senior di SMA..

entah terbawa suasana atau memang begitu kenyataannya. Sehari sebelum kecelakaan, 2 orang teman saya melihat senior saya ini tambah “bercahaya” di balik seragam putih-putih dan berubah menjadi pendiam.

suami tukang kue langganan rumah..

“mah, sudah bisa ngurus uang pensiun sendiri kan?”

“bisa dong pah”

lalu si suami izin beristirahat (tidur-tiduran) di beranda rumah dan tak lama kemudian beliau terjatuh serta tertidur untuk selama-lamanya dengan meninggalkan surat-surat penting yang telah tersusun rapih.

Junior di Kampus

padahal masih angkatan 2010, baru ingin menggantungkan cita-citanya di Kampus saya, belum merasakan pahit dan manisnya menjadi mahasiswa, tetapi dia sudah menghadap sang Khalik karena kecelakaan motor di jalan Bojong Soang.

cerita dari teman

seorang anak kecil yang biasanya mandiri namun suatu saat dia merengek untuk dimandikan sang ibu yang sibuk luarbiasa sebelum sang ibu berangkat dinas keluar negeri dan ternyata itu permintaan terakhir si anak.

Ayah seorang artis

4 hari sebelum kematian ayah si artis *salah satu pemeran cinta fitri* . Sang ayah tidak ingin makan selama 4 hari karena beliau yakin Allah lah yang memberi makan beliau. Dan tepat di hari ke-4 beliau meninggal

dan mungkin kalian sendiri punya pengalaman seperti hal-hal di atas yang lebih menyentuh. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah

kapankah kita menyusul?

adakah tanda-tanda yang Allah kasih agar kita sempat tersadar dan bertobat?

sudah siap dan cukupkah bekal kita untuk kesana?

akankah kita masih menunggu “panggilan-Nya” ?

saya sendiri bukanlah malaikat ataupun nabi tapi selagi saya masih sempat untuk menulis ini berarti saya berusaha mengingat kan diri saya sendiri dan orang-orang yang saya sayangi bahwa KEMATIAN selalu di sekeliling kita.

*si SAYA yang lagi dalam keadaan bawah sadar*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s