1:50

Dikatakan bahwa salah satu tanda kiamat adalah jumlah pria lebih sedikit dibanding wanita. 1:50. Menurut saya saat ini sudah jelas tanda-tanda menuju kesana, dari dulu dan perlahan namun pasti perbandingan tersebut akan tercapai. Mengapa demikian? Menurut saya seperti ini, beberapa hal yang pada akhirnya banyak pria lebih dulu mati..

1.      Tawuran

  • Tawuran pelajar yang akhirnya mati sia-sia menggugurkan mimpi mereka dan keluarga mereka
  • Tawuran warga yang biasanya hanya permasalahan “bacot” yang tidak dipelihara
  • Tawuran pendukung fanatik kaya sepak bola, artis, anggota legislatif. Kalian merasa ga si bodoh banget soal ini? Yang kalian dukung saja belum tentu pada akhirnya berterimakasih, atau kalian tuh cuma buang-buang tenaga karena di belakang kalian, mereka itu tertawa-tawa “bersahabat”.  Itu hanya taktik mereka untuk mencapai keinginan pribadi mereka.

2.      Bunuh diri

  • Seorang kepala keluarga yang tidak bisa berfikir jernih karena harga bahan pokok tak terjangkau. Apakah mereka tidak berfikir bagaimana hidup istri dan anak-anaknya setelah dia mati?! EGOIS!
  • Patah hati, putus cinta.. hey fikir realistis aja sih, jumlah wanita itu lebih banyak jadi masih banyak peluang untuk dapat cinta yang lain.

3.      Narkoba

  • Mereka fikir dengan mengonsumsi ini mereka menjadi makhluk paling gaul seantero raya, fikir ulang bung!!

4.      Perkelahian

  • Genk gong genk.. dengan moto “satu kawan tersakiti maka semua membalaskannya” biasanya berebut cewek, atau salah kata-kata. Ayolah, hanya anak bocah yang berfikiran kaya begitu bahkan kehidupan sekawanan hewan pun tidak ada keroyokan.. Man to Man.

5.      Kecelakaan

  • Lucu soal ini, ngerasa adrenalin terpacu, ngerasa menjadi raja jalanan, ngebut seenak jidatnya, ngerasa menjadi “Pria Sejati”, really??
  • Naik di atap gerbong kereta, di atas bus bertingkat, gelantungan di pintu kendaraan. Kalau mau uji nyali lebih baik dengan cara aman lah, ikut aja olahraga ekstrim sekalian yang tetap terjamin perlengkapan keamanannya. Itu lebih cerdas menurut saya.

6.      Unjuk rasa anarkis

  • Sekelompok pro-kontra. Saya tidak membahas mengapa ini terjadi.. coba lihat permasalahan di mesir misalnya, unjuk rasa anarkis disana terpaksa memisahkan sebuah keluarga karena yang lebih diutamakan untuk dievakuasi adalah wanita dan anak-anak. Itu artinya kemungkinan besar para kaum pria meninggal disana dan entah berapa jumlah anak yatim dan janda nantinya.

7.      Peperangan

  • Para pria mati di medan perang entah untuk urusan jihad atau memang hanya perang tidak berotak. Tidak memikirkan istri dan anak-anak mereka atau calon-calon istri mereka kelak.

Ya, saya emosi soal ini. Alih-alih berkata “namanya juga sudah takdir mereka mati” lucu.. mereka lebih ke mendekati mati. Allah pun selalu berkata untuk setiap manusia bertawakal yang artinya berusaha lalu pasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Apa point-point di atas para pria sudah berusaha untuk tetap hidup?? Mereka lebih mendekati mati. Lalu dimana “usaha” hidup mereka?? Tidakkah mereka memikirkan keluarga mereka yang selalu cemas menanti kepulangan mereka? Tidakkah mereka peduli akan jumlah perbandingan wanita dan pria yang semakin lama semakin tidak seimbang?? Adakah yang bisa menjelaskan saya soal ini semua??

Advertisements

2 thoughts on “1:50

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s