galau itu manusiawi

saya suka ketika seorang senior berkata bahwa

Galau itu manusiawi

ya, saya setuju.. terkadang kita sebagai manusia susah mengendalikan perasaan yang kadang naik dan turun..

iseng, saya googling arti dari galau sampai disebuah link artikata

galau yang dalam bahasa inggrisnya adalah hubbub.. dan penjabaran dalam bahasa indonesianya adalah :
ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau
nah loh, ya intinya pikiran saat itu sedang dalam kondisi tidak stabil, tata letak di dalam otak sedang campur baur tidak terkelompok berdasarkan jenisnya, semua terasa dalam bentuk yang sama,abstrak..
yaa, sangat abstrak..
sampai sistem motorik tubuh kita pun susah dikendalikan karena itu tadi, semua telah melebur menjadi satu..
jangan tanyakan mengapa itu terjadi karena untuk berfikir sampai dipaksa bercerita hanya akan menambah tekanan dalam pikiran..
maka jangan heran pula, seseorang yang sedang galau pikirannya terkadang kosong ataupun berbicara ngalor-ngidul..
galau, maka rasanya setiap manusia wajar untuk seketika berada dalam kondisi seperti ini
karena toh manusia dibekali akal untuk berfikir, untuk mengolah informasi yang ditangkap menjadi sebuah pemikiran..
dan terkadang, kondisi galau itu terjadi ketika kita dipaksa untuk memilah sebuah pikiran
ya, kondisi memilih biasanya kandidat kuat untuk merasa galau..
menunggu vs bergerak maju
menyalahkan vs melupakan
menyuruh berubah vs berkaca untuk berubah
menunda vs bersegera
lalu saya ingin menyatukan dengan materi MT minggu lalu..
kegalauan “biasanya” muncul ketika kita dihadapkan dalam kondisi memilih, dan ketika kita sudah menentukan pilihan itu maka kita akan mencari sebuah alasan sebagai pembenaran atas pilihan kita tersebut. Dan orang yang keras terhadap alasan atas pilihan nya sering membutakan dan menulikan dari kebenaran yang datang, orang tersebut akan bergelar “master of alasan” dan lambat laun terjebak di kesalahan yang tidak  disadarinya sendiri.
atau terkadang, dia menerima kebenaran itu tetapi berpura-pura bahwa dia akan tetap baik-baik saja dengan pilihan tersebut. wow, selamat hidup dibayangi kepura-puraan karena sama saja kamu hidup dalam bayangan semu.

selamat berusaha untuk menstabilkan kegalauan. 🙂
*jika tulisan ini terasa ngalor-ngidul maka ada kemungkinan si penulis sedang berada dalam kondisi yang sama*
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s