Dear Mamah

    Dulu waktu aku masih bersekolah tanpa mamah pernah tau,aku sempat iri dan pengen punya mamah kaya mamah-mamah nya anak-anak lain atau mamah-mamah yang kaya di cerita dongeng.
    Mamah-mamah yang sebelum aku berangkat sekolah, selalu menyiapkan baju seragam, bekal sekolah dan melambai bahagia saat aku berangkat.
    Mamah-mamah yang menyambut ceria kala aku pulang sekolah, mendengarkan celotehan aku soal teman-teman di sekolah, lalu bergurau bersama di dapur.
Tapi itu dulu mah..
   Aku menyesal pernah berfikir mamah tidak sayang sama aku. Aku marah sama diri sendiri kalau ingat sering bertengkar dengan mu.
   Mah,benar ya kata orang ‘kita ga tau apa yg kita pny sampai kita kehilangan’ ya mah, aku akhirnya sadar bahwa kita saling menyayangi mah.
   Tidak perlu kecupan-kecupan dikening, atau mengumbar kata sayang setiap waktu, karena dengan kita percaya bahwa kita saling menyayangi itu saja sudah cukup.
   Air mata yang kau tahan-tahan saat aku mulai belajar di luar kota semakin membuat ku bersalah pernah membenci mu.
Sms-sms singkat untuk sekedar bertanya ‘lagi apa mba?’ Bukti kuat kalau mamah rindu aku,iah kan?
Bahkan saat wisuda aku pun, lidah mu yang mendadak kelu, sikapmu yang canggung, itu pertanda kamu cinta sama aku.
   Mah,maafkan aku pernah mengira kamu tidak peduli kepadaku. Hanya karena dulu yang saya tahu, kamu sudah berangkat kerja disaat aku masih terlelap dan pulang dengan lelah hingga tak mampu menemani ku.
   Aku semakin merasakan sayang itu mah,disaat aku mengunjungi mu di kantor. Kamu sibuk,aku tahu tapi masih ada senyum untukku disana. Kamu lelah, aku tahu ketika kita pulang bersama bergerumul dengan puluhan orang kantor lainnya saat jam pulang.
   Sekarang dan sampai nanti, aku tidak akan memungkiri bahwa kamu sayang dan perhatian sama aku, kamu selalu mendoakan setiap langkah ku, kamu selalu ada untukku, meski dengan cara lain.
Ya, karena kamu edisi spesial untuk ku yang Tuhan beri. Unik dan hati kita saling tau satu sama lain.
    Mah,aku suka cara ini, itu artinya mamah cuma satu untukku, bukan mamah-mamah lain itu. Really, I ♡ you!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s