Beberapa kejadian yang gw lihat mengingatkan gw ke sebuah statement di salah satu adegan di salah satu film Harry Potter (lupa yg mana) yang kalau gw bahasakan itu seperti ini

“ kalau emang itu milik kita, gimana pun caranya pasti balik lagi ke kita”

hmmm, berarti kalau ga balik-balik lagi berarti itu emang udah harus pindah tangan dan yakin aja bakalan diganti sama yang lebih baik lagi. Kaya kejadian yang gw liat dan dialamin sama temen gw. Sebut dia danis, danis ini kehilangan flashdisk yang isinya adalah kerjaan2 penting, dia lupa flashdisk nya dipinjem siapa. Setelah nyari-nyari dan ga ketemu juga, akhirnya dia pasrah (keliatan dari raut mukanya tanpa perlu dia ngomong) dan beberapa hari kemudian flashdisk nya gw temuin tanpa sengaja. Entah gimana, flashdisk nya ada disekitaran pandangan gw. Kenapa harus gw? Itu yang gw pikirin dan ternyata alasan nya adalah untuk kembali mengingat dan mengingatkan soal statement di atas.

Dan kalau kehilangan itu tak kembali lagi, yakin aja seyakin-yakin nya pasti ada hikmah di balik semuanya, pasti ada alasan untuk itu dan akan ada gantinya yang lebih baik lagi. Gw juga pernah ngalamin kehilangan seseorang yang gw sayang, nenek gw. Lebih dari seorang nenek, dia udah kaya nyokap kedua gw mungkin malah nyokap pertama karena sama dia gw lebih sering cerita, tidur bareng, nyalon bareng, pergi bareng dan ngerti satu sama lain. Yaa mungkin karena nyokap gw kerja, hal yang sebenernya dulu bikin gw kesel tapi sekarang bikin gw sadar dan malu karena nyokap ikut kerja demi ngasih kenyamanan, memenuhi kebutuhan gw dan adek gw, dan kebahagiaan buat semuanya. Tidak hanya mereka berdua, bokap, adek dan semua orang disekitar gw sangat inspiratif. Lain kali gw akan bercerita soal ini.

Soal kehilangan nenek gw, disini gw belajar untuk tidak sering berlarut-larut sama kesedihan karena terlalu larut sama kesedihan bikin seseorang susah melihat hikmah dari sebuah kehilangan. Gw masih manusia pada umumnya yang awalnya kesel, marah, sedih, dan semuanya nyampur bikin gw salah tingkah beberapa hari. Tetapi sedikit demi sedikit gw mencoba ikhlas, mulai dari situ gw merasakan hikmah-Nya terlebih lagi di suatu malam gw berbincang sama temen gw yang bikin gw semakin merasakan kuasa-Nya.

Bisa dibilang perginya nenek gw ini menjadi titik balik buat keluarga gw dimana kita berempat harus belajar beradaptasi sama keadaan yang akan beda selama 23 tahun lalu (waktu dimana nenek gw mulai tinggal sama keluarga gw). Alhamdulillah, kita sangat belajar dan keadaannya menjadi lebih baik buat masing-masing.

“untuk mbah yang disana, terima kasih atas segala yang telah kita lalui. Bukan aku senang kehilangan mu tetapi terima kasih karena semua yang terjadi sangat inspiratif. Mbah, kita semua sayang mbah tak terkecuali tukang bubur, tukang sayur, tukang sampah, tukang tahu, satpam komplek, anak-anak kecil di komplek, mbak-mbak komplek, pokoknya semua. Lihat mbah, ini karena kebaikan mbah semasa hidup yang sangat memberi inspirasi buat aku dan kami semua. Sekali lagi, we love you and miss you very much”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s