Jakarta di bulan Oktober

Langit semakin kelabu, Jakarta tidak segagah tadi..
Jakarta menua, namun tetap dengan penggemarnya yang menyoroti dengan berbagai warna..

Jakarta, aku pergi dulu sejenak meninggalkan mu dengan penggemar-penggemar mu yang berwarna mencalak di remang-remang. Jangan sedih, bukan berarti aku tidak sayang dengan mu tetapi memang porsi ku hanya ketika kau tampak gagah saja. Ku mohon jangan pandang aku seperti itu. Mengertilah.

Jakarta terlalu rumit untuk dapat ku mengerti.
Dia terkadang kalut seperti seorang gadis remaja yang diajak kencan pertama.
Dia terkadang menggoda seperti pramusaji di sebuah klub malam.
Dia juga kadang layu seperti seorang wanita paruh baya yang mencari cinta.

Aaahhh, jakarta ku! Sampai kapan ku bisa memahami mu.

Advertisements

2 thoughts on “Jakarta di bulan Oktober

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s