Saturday Night

Malam minggu kali ini saya habiskan sama mama dan adik saya.

Udah dari hari kemarin si rencana mau nonton “Habibie dan Ainun” . Akhirnya sabtu sore sehabis maghrib kita berangkat, liat jadwal film yg mungkin kekejar adalah di XXI Metropole (dulu namanya Megaria)-komp. Megaria jl. Pegangsangan 21, deket stasiun Cikini. Awalnya mau ngejar nonton yang jam 20.55 eh udah penuh aja dong dan akhirnya kita nonton jam 21.55 .. Benar-benar menghabiskan malam minggu antara ibu dan anak. Banyak berbagi cerita, pengalaman dan pendapat. Love you always.

image

Mengenai film Habibie dan Ainun ini overall saya suka dan saya nangis dibuatnya. Tersenyum sendiri ketika Pak Habibie bilang “kamu itu item, jelek kaya gula Jawa” disitu saya bilang kalau sudah ada ketertarikan dengan Ibu Ainun, ya wong gula jawa kan manis. Gengsi mungkin ya, haha. Terus pas Pak Habibie juga bilang “biar jelek tapi kalau hati kita satu frekuensi, ya jadi” (klo ga salah gitu) ini bikin saya mikir. Ya usaha gimana juga kalau ga satu frekuensi yo wes bubar. Banyak lah kata-kata yang saya suka,  yang menunjukkan gimana satu sama lain saling memegang komitmen nya dan bisa berperan sesuai dengan porsinya (mana kepala keluarga, mana ibu rumah tangga). Bagaimana yang satu terus berusaha memenuhi komitmennya untuk membahagiakan dan yang satu lagi tetap legowo menerima setiap proses usaha untuk membahagiakan. Begitukan seharusnya, saling melengkapi, membahagiakan dan menguatkan. Meski setiap pasangan pasti berbeda jalan cintanya tapi toh film ini bisa menginspirasi bagaimana menjalin sebuah hubungan membina keluarga yang sakinah. (Gimana ya proses saya dan pasangan? Hmmm.. x) )

Film ini juga cukup berani membawa beberapa kisah tentang orba, terlebih adegan ‘pemberian hadiah’ dari seorang pengusaha untuk proyek Pak Habibie. Tetapi yang agak aneh pengambilan adegan yg dipisah-pisah nya, terlebih yang ada sorotan Pak Presiden, agak ga smooth aja (sotoy). Mungkin ada kode etik yang harus dipenuhi. Tapi sudahlah, yang jadi sorotan adalah bagaimana sikap dan prinsip Pak Habibie dalam memenuhi janjinya baik terhadap Indonesia maupun Ibu Ainun. Sebuah sikap yang sangat inspiratif yang dimana sikap itu semoga melekat di hati para penonton, bukan hanya perasaan terhanyut seketika saat nonton film itu. Amin.

Dan ada pula beberapa hal kecil yang suka diperbincangkan dengan teman-teman saya terlebih di social media mengenai film ini, yaitu tentang keberadaan beberapa brand sponsor yang muncul di film padahal di tahun tersebut brand itu belum ada. Hehe kritis ya teman-teman saya ini. Pesan sponsor lah yah. 😀

Begitulah malam minggu kali ini saya lumat sampai habis. Dan sekarang sudah masuk hari minggu, saya harus istirahat karena saya harus bisa mengurus diri saya sendiri terlebih dahulu untuk bisa mengurus suami, anak-anak dan keluarga saya nanti. Guten Abend.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s