Layar Anti Jenuh

Saya tinggal di sebuah rumah kontrakan di tengah kampung padat penduduk yang dihuni oleh 2 orang dewasa, 3 anak berusia remaja dan 1 balita. Kehidupan saya hampir terjadi 24 jam dan beristirahat agak panjang hanya ketika PLN sedang lelah menyebar pasokan listrik ke rumah-rumah kecil dan lebih senang menyalurkan pasokan listrik ke gedung-gedung berduit.

Malam ini…

“Bang, gantian dong gw mau nonton Sinetron Mas-mas Ganteng Siluman”

“Minggir-minggir, lagi ada gosipnya si Artis itu operasi nih”

“Enak ya jadi artis, bisa beli mobil, rumah gedongan, jalan-jalan ke luar negeri. Pak, kerjaan bapak apa sih?”

“Bawel lo ah” jawab si Bapak sambil asik menggosok cincin batunya

“cakitnya tuh dicini di dalam hatiku” celotehan si bungsu sambil menirukan goyangan meliuk-liuk si penyanyi

“udah sana pada tidur, emak mau nonton Sinetron Istri yang diselingkuhin suami”

Blupp…

“yaaahhh mati lampuuuu..” suara mereka kompak.

Ahh syukurlah, setidaknya saya bisa beristirahat dari rutinitas para penghuni rumah ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s