Petualangan Menyusui

Bagaimana kehidupan setelah menjadi Ibu?

Seru & menyenangkan. Terkadang melelahkan mungkin karena belum terbiasa, nanti kalau sudah terbiasa juga ga akan terasa.

Saat menjadi ibu, semua perlu dipelajari dari mulai mengurus bayi, mendidik bayi sampai urusan ‘Nenen’ ternyata ada ilmunya. Ya, semua ada ilmunya dan sebagai orangtua tidak boleh berhenti mencari ilmu. Saya sendiri sampai detik ini masih berusaha untuk tidak malas mencari ilmu.

image

Dari banyak hal, kali ini mau sharing soal petualangan saya dalam menyusui.

Waktu saya hamil, saya berfikir dan berkeyakinan kalau ASI adalah hak seorang bayi dan pasti dapat keluar begitu saja. Jadi, yang saya  pelajari adalah bagaimana menyimpan ASI perah, berapa lama daya tahan ASI perah, berapa botol ASI perah yang harus saya simpan agar bayi saya bisa ASI eksklusif, bagaimana menyajikan ASI perah serta kapan saja ASI perah diberikan.

Selama sebulan setelah melahirkan,saya sibuk pumping & menghitung jumlah botol yang berhasil saya simpan sampai saya terkadang lupa membangunkan Aisha untuk mimik. Saat itu, dalam sehari saya bisa menyimpan 1 botol tapiiii 1botol dalam 3-4x pumping. Saya masih berfikiran kalau itu wajar. Everything it’s okay.

Sebulan berlalu,berat badan Aisha hanya naik 200gr. Saya disarankan untuk memberikan 10-20ml ASI perah untuk menaikkan berat badan Aisha oleh dokter dari klinik laktasi. Sedihnya, disitu tidak dievaluasi manajemen laktasi saya.

2 Minggu kemudian saya kembali ke dokter yang berbeda untuk imunisasi Aisha. Disitulah si dokter langsung menyarankan saya untuk memberikan tambahan susu formula untuk Aisha disamping nenen. Hal ini dilakukan untuk menaikkan berat badan Aisha ke kurva normalnya. Sedih banget si dokter langsung berkata seperti itu. Tapi saya masih bersikeras untuk tetap memberikan Aisha hanya ASI. Akhirnya, dokter setuju untuk memberikan ASI perah yang telah saya kumpulkan sebagai booster.

Tamparan itu bikin saya semangat mencari tau bagaimana agar ASI saya dapat mencukupi kebutuhan Aisha. Segala hal saya lakukan dari pijat oksitosin, makan ini itu, belajar hypno-breastfeeding dan lain-lain.

Saya kejar-kejaran sama waktu karena sebentar lagi saya harus kembali kerja dan Aisha masih harus terus dibooster dengan ASI perahan. Setiap ada waktu, tengah malam sekalipun saya usahakan untuk pumping.  Tertekan dan semakin tertekan membuat ASI saya justru makin tidak lancar. Malah saya sempat berfikir untuk resign agar saya bisa selalu sama Aisha dan memberikan ASI eksklusif.

Sampai saya pasrah, disuatu malam saya membaca sebuah artikel di Aimi-asi.org kalau menyusui itu harus ikhlas. Bukan berarti
menyerah melainkan tidak terbebani. Peran suami dan keluarga memang sangat sangat berarti. Harus satu visi dan misi.

Dengan segala dramanya, Beberapa minggu menjelang masuk kantor, akhirnya saya sepakat untuk menambah susu formula jikkaaaa ASI perah saya belum mencukupi kebutuhan Aisha. Suami saya tetap berusaha melapangkan hati saya. Begitupun mamah, “Aisha inshaallah tetap sehat dan jadi anak pintar meski dicampur dengan susu formula. Buktinya kamu dulu juga anak susu formula, sekarang sehat dan pintar kan?. Sekarang aja ada ruang untuk tetap memberikan ASI eksklusif mulai dari alat pumping dll nya, dulu mana ada. Yang penting kamu tetap memberikan ASI, seberapapun itu sangat berarti buat Aisha”

Disitu saya mencoba melapangkan hati saya, mungkin ini memang takdir. Tapi saya tetap semangat pumping di kantor dan membawa botol-botol penuh cinta untuk Aisha. Seberapapun itu. Malah jika Allah mengijinkan, saya ingin terus nenenin Aisha sampai ia 2tahun.

image

ASI itu makanan terluarbiasa yang Allah ciptakan.

image

image

image

image

Tidak saya pungkiri. Saya sangat mendukung ASI ekslusif. Tapi saya berhenti untuk menghakimi para ibu yang pada akhirnya mencampur ASI dengan susu formula ataupun full susu formula. Ya, karena manusia diciptakan berbeda-beda. Seperti halnya, ada yang cepat hamil, menunggu hamil sampai belum diberi kesempatan untuk hamil. Allah pasti punya rahasia indah untuk kita.

Bersyukurlah untuk para ibu yang ASI nya lancar dan berlimpah. Tetap semangat lah untuk para ibu yang ASI nya seperti saya. Semua ibu semangat yaa untuk menyusui karena ASI adalah hak bayi mu.

Oiah, Aisha sekarang udah mau 4 bulan. Doakan yaa semoga Aisha selalu sehat, jadi anak sholehah, cerdas & pintar, cantik hati & parasnya serta menjadi anak yang selalu memberikan energi positif.
image

Happy Breastfeeding.
Love love love.
-Ibu nya Aisha-

Advertisements

5 thoughts on “Petualangan Menyusui

  1. Semangat Ibunya Aishaaa.. itu aisha buktinya udah endutan dari trakhir liattt.. mau ASI, mau sufor, setiap orang pnya alasan masing-masing 🙂

      1. Betuls. Eiks jg dulu anak sufor hahaha.. Alhamdulillah sehat walafiat.. Semangat trus, pumpingnya ya.. Smbl nntn runningman aja. Biar oksitosinnya bekerja maksimal hihi..

  2. mommy aishaa katanya shopping bisa melancarkan asi lhoo. haha *pembenaran
    Semangaat ibunya aisha insya allah tetep syeehaat kok walopun sufor jugaak :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s