Edisi kedua melahirkan

Hai Hallo..

Ya, kali ini saya sudah menjadi perempuan ber-anak dua & ber-suami satu. Alhamdulillah. 

17 April kemarin, anak perempuan lahir melalui operasi. Kenapa operasi? Well, seperti kebanyakan perempuan Indonesia saya pun menginginkan proses melahirkan yang alami-normal-gentle birth namun sampai 40w posisinya belum bagus alias masih sungsang.

Kok bisa? mbuh lah.. bayinya dari minggu 30an kepalanya belum pernah muter ke bawah paling banter melintang. Diagnosa kemarin karena tali pusarnya pendek terus kelilit di leher terus keseringan gendong jadi perutnya ketekan dan mempersempit ruang untuk muter.

I did anything, dari nungging-nungging, melakukan gerakan yoga dan terakhir hypnobirthing. Usaha semaksimal mungkin (menurut saya sih udah maksimal ya) sampai mentok udahlah minggu 40 jadwal operasi. 

So, saya sudah merasakan lahiran normal dan operasi (next vbac-inshaallah kalau rejeki nambah anak hahahha). Dan sama-sama ada sakitnya, kalau normal sebelum ya kalau operasi sesudah. Kalau ga ada indikasi medis mah saya lebih milih normal. 

Jadi, tanggal 17 april 2017 jam 06.00 jadwal operasi saya. Malam sebelumnya sehabis boboin aisha kira-kira jam 9an cuss menuju rsia. Registrasi, cek sana sini baru deh check-in. Duilaaa ga bisa tidur laahh, seriusan deh.

Besok subuhnya siap-siap mandi dll ganti baju operasi terus menuju ruang operasi. Request ditemenin suami biar gimana gitu yaa (etapi ga ngaruh hahaha). Masuk ruang operasi, dingin bikin tambah deg-degan apalagi bajunya sehelai aja. 

Sebelum operasi di mulai, suntik bius di tulang belakang rasanya ngiluuu dan lama kelamaan baal dari perut sampai kaki. Proses operasi di mulai beneran ga berasa sakit cuma berasa kaya diraba-raba.

Bayi udah keluar eh kok ya ga nangis antara masih setengah sadar dan penasaran kenapa. Alhamdulillah ga berapa lama tangisan nya pecah. Ternyata keminum air ketuban katanya dan pernapasan nya keganggu apa gimana gitu jadi harus di nicu (gagal lagi deh IMD). Habis itu sesi jahit menjahit di mulai.

Sehabis keluar dari ruang operasi selama 8jam saya cuma boleh tiduran lurus selurus-lurusnya, 8jam selanjutnya saya belajar miring kanan-kiri, dan 8jam lagi saya baru belajar duduk terus jalan. Alhamdulillah wa syukurillah sakitnya cuma cenut-cenut di bawah 3 dari skala 10 sampai susternya heran karena baru saya yang begini ini. Beneran si ga sakit gimana-gimana cuma badan lemes banget aslik! ga bisa gerak pas 16jam pertama beraaat banget (selain bobot saya yang emang berat sih hahah). Tapi saya bisa melewati semuanya horeee!

Jadi..

Perkenalkan putri kedua kami.

Anak yang diberkahi Allah, membanggakan & penyabar.

“Sehat selalu ya nak, mari berjuang untuk meng-ASI-hi sampai 2tahun ya nak, mari belajar bersama untuk saling menyayangi & memahami, mari berjalan bersama mengarungi hari-hari dan bersyukurlah selalu kepada Allah SWT untuk segala yang terjadi”

Love,

Ibu, Ayah, kk Aisha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s