All posts by Dita M

About Dita M

Soon to be Mom-Preneur

Aisha is Turning 2

26 Februari 2017, anak ibu yang namanya Aisha Kayrana Ayuni sudah 2 tahun. Ahh ga kerasa ya nak. Semoga doa Ibu & Ayah setiap sholat dikabulkan sama Allah SWT. 

Inget duluuu waktu Aisha lahir rasanya itu campur aduk luar biasaaa sampai drama persusuan dan drama lainnya

Terakhir adalah Drama penyapihan. Betapa ibu mau mencoba Menyapih dengan Cinta. 2 bulan sebelum Aisha 2 tahun selalu dibilangin “kalau nanti udah 2tahun ga nen lagi ya” terus selipin kata-kata itu tiap nen. Gegara kata-kata itu emang bikin Aisha makin getol nen nya mungkin mau puas-puasin sebelum akhirnya totally stop. 

Setelah ulangtahun ke 2, beberap malam Aisha berjuang banget untuk self-control biar ga nenen lagi. Sedih liatnya tapi ya harus komit kan yaaa. Frekuensi nen dikurangi, cuma nen pas bobo malam sampai akhirnya 3 minggu setelah 2 tahun 2 malam cranky bangettt karena Aisha minta nen malam tapi ibu tolak. 

Nangis nangis sampai kurang lebih 1 jam tapi tetap teguh untuk ga ngasih karena udah komit harus di stop mengingat saat itu juga udah hamil gede. Finally, akhir maret Aisha berhenti nen. 

Menyapih dengan Cinta susah susah gampang tapi yang penting komit berdua sama suami kapan harus mulai disapih dan kapan harus benar benar berhenti. Alhamdulillah ga perlu pakai pait-paitan untuk berhentiin nen nya Aisha.

Good Luck for youu..

Baper dan brebes mili itu ketika pagi itu Aisha pernah bilang

“mbu ga mandi, ga kerja ayah aja yang kerja. mbu di rumah main sama Aisha”

Amin nak aminnn..

Doain yaa supaya doa Aisha dikabulin dan rejeki Ayah dibanyakin

face puzzle

Di jam istirahat karena ga ngeluyur kemana-mana akhirnya produktif bikin mainan untuk aisha yang semoga dilirik sama aisha karena sekarang aisha lagi seneng banget main masak-masakan

Permainan sederhana mengenal bagian tubuh yang ada di muka. Sebetulnya aisha udah tau mana mata, hidung, sampai bulu mata tapi ini ibunya iseng bebikinan puzzle wajah

Bermodal kertas HVS dan kemampuan menggambar ala-ala akhirnya dibuatlah puzzle wajah. Kurang lebih begini

  1. Kertas HVS/karton bagi dua, satu untuk kepala nya satu lagi untuk anggota wajahnya
  2. potong-potong anggota wajah
  3. laminating bagian kepala
  4. lakban bening bagian anggota wajah

kenapa di laminating dan di lakban? biar awet kakkk.. harusnya si gambarnya di kertas karton tapi ya sudahlah adanya itu ๐Ÿ˜‚

Kalau mau simple bisa langsung cari printable untuk puzzle wajah ini, banyak kok di Pinterest atau google juga ada hihi. 

Selamat mencoba ๐Ÿ˜˜

Umur Manusia

Kamis kemarin diajakin ikut pengajian seusai sholat dzuhur di Masjid kantor. Ceramah singkat selama kurang lebih 30 menit membahas tentang umur manusia. Jadi, ustadzah menyampaikan bahwa manusia itu diberkahi oleh 2 jenis umur yaitu Umur Biologis & Umur Keberkahan.

Umur Biologis

  • Umur fisik manusia yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Tiap-tiap manusia sudah ada batas umur kehidupannya di dunia.

Umur Keberkahan

  • Umur yang Allah berikan tanpa batasan tapi panjang pendeknya tergantung manusia memanfaatkan umur biologisnya dalam kebaikan yang berkelanjutan.
  • Salah satu contoh yang menggambarkan umur keberkahan adalah silaturahmi.

Jadi benar silaturahmi itu memperpanjang umur tapi bukan umur biologis ya melainkan umur keberkahan. Karena saat kita bersilaturahmi baik dengan teman baru ataupun teman lama yang apalagi membawa pengaruh baik untuk kita maka akan selalu ada energi positif yang dapat kita serap sehingga energi positif tersebut juga dapat kita sebarkan.

Selalu bersyukur atas rejeki yang Allah berikanย  dapat juga memperpanjang umur keberkahan. Rejeki itu bukan terbatas hanya uang ya, mata bisa mengedip, masih diberi kesehatan, teman-teman yang baik, orang tua yang sholeh, anak-anak yang sholeh dll itu juga termasuk rejeki.

Ada kisah nyata salah satu teman bu ustadzah. Sebelumnya sang istri tidak bekerja ataupun berkarir di luar rumah namun penghasilan dari 1 sumber sudah mencukupi kehidupan mereka bahkan mampu mengumrohkan mereka. Suatu ketika si istri bekerja dan berkarir tapi ternyata penghasilan dari 2 sumber tersebut justru membuat kehidupan mereka selalu kekurangan. Keberkahan yang dulu mereka punya ternyata bergeser karena sudah tidak ada lagi rasa syukur, nafsu keinginan yang tak terbendung, waktu dan senyum yang berkurang, serta ada rasa meninggi si istri karena merasa “saya bisa beli sendiri”, “saya ga butuh uang suami lagi”, “saya bisa begini..”, “saya bisa begitu..” ahhh…

Sehingga sebagai manusia kita haruslah memanfaatkan semaksimal mungkin umur biologis kita untuk memperpanjang umur keberkahan kita dengan banyak memberikan manfaat kepada orang lain dan selalu bersyukur setiap waktunya.

Ya Allah, lindungilah keluarga hamba. Berikan lah hamba sekeluarga rejeki yang halal, berkah, berlimpah serta menyelamatkan. Amin.

 

Kantong Mainan

Sebenarnya mainan Aisha ga banyak cuma kalau kecampur-campur ga enak juga kan ya. Misal tetiba dia mau main masak-masakan eh printilannya kececer nyampur sama dokter-dokteran dll kan eyke yang pusyiinngg.

Terus kalau mau pergi ke rumah nenek bogor dan bawa mainan kan susyah lagi masuk-masukin ke tas lain.

Alhasil bikin kantong-kantong khusus mainan aja deh. Jadi tinggal boyong dan beresinnya enak. Kebetulan nyimpen banyak kain polos di rumah. Ini dia~

  1. Kain dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Terus ditulisin pakai cat akrilik sesuai dengan mainan yang mau disimpan. Ini cat sama kainnya ga nyambung jadi bleber catnya ๐Ÿ˜ถ
  2. Jait menggunakan mesin,pakai tangan juga bisa kok
  3. Pasang tali
  4. Masukkan mainan
  5. Beres deh!

Enyak kan jadi nyarinya nanti ga pusyinggg

Bunga untuk Mamah

Tanggal 22 Des 2016 kemarin ceritanya janjian sama si adek mau ngasih bunga ke mamah.

Iseng liat-liat instagram buat pesan bunga eh ternyata ada model rangkaian bunga yang simpel. Dengan tingkat kepedean tinggi, akhirnya berencana bikin sendiri aja lah.

Siang nya sama teman-teman kantor pergi ke Cikini sekalian makan gudeg yang enak disana. 

Dan voila~ begini lah bunga yang dibuat

Bahan-bahan:

  1. 25 tangkai bunga mawar: @ 9.000
  2. busa air biar bunga awet: gratis
  3. kotak kardus: 20.000
  4. pita meteran: 1 roll 10.000
  5. coklat ferrero rocher 5 bungkus (perbungkus isi 3): @ 17.000/bungkus 

Cara: Gunakan kreatifitas dan kesabaran

  • alasi bawah kardus dengan plastik
  • tata busa yang sudah basah
  • tata bunga sesuai selera
  • tumpul coklat di tengah-tengah

Selamat mencoba ๐Ÿ’‹

Matapena Yuk JOS Community

Pertama kali ikutan Matapena Yuk JOS (Jadi Orangtua Shalih) Community nya Abah Ihsan. Matapena itu adalah Majelis Tsaqofah Pengasuhan Anak, majelis taklim ala ala Abah Ihsan khusus alumni PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) untuk menjaga semangat alumni dalam belajar pengasuhan agar menjadi orang tua yang shalih sebelum meminta anak menjadi shalih. Matapena ini seriusan gratiss kecuali konsumsi yaa :p

Matapena kali ini diadakan di rumah makan model saung di Bintaro. Datang ke Matapena cuma boleh berdua sama suami alias anak < 1 tahun tidak boleh di ajak ikut alasannya jelas agar orang tua fokus dengan materi yang disampaikan. Oke, sekarang saya mau share ilmu yang saya dapat di acara Matapena yaa. Semoga bermanfaat.

Pada dasarnya fitrah manusia adalah menyukai dan membutuhkan hal-hal yang baru. Begitupula dengan anak kita. Anak adalah sumber kebaruan bagi orang tua, dimana akan selalu ada hal-hal baru yang ditunjukkan anak dari hari ke hari salah satunya adalah kosakata anak ataupun adab anak. Sehingga sebagai orangtua, kita perlu terus belajar dan mengupdate diri sendiri (jangan cuma update status di social media aja ya hihihi) agar bisa mengikuti ke’baru’an anak-anak kita.

Ngomong soal adab. Ada beberapa adab wajib yang perlu diajarkan kepada anak yaitu :

  1. Adab Makan
  2. Adab Bertamu
  3. Adab Toilet
  4. Adab Safar
  5. Adab Orang tua

Agar anak dapat diajarkan adab-adab di atas, sebagai orangtua perlu memiliki otoritas. Tanpa otoritas maka anak tidak akan melakukan perintah orangtua dan tidak meninggalkan apa yang dilarang. Karena pada dasarnya orangtua berhak menyuruh anak tapi tidak dengan sebaliknya. Anak tidak berhak menyuruh orangtua. Analogi sederhana nya adalah seorang panglima dapat memerintahkan prajuritnya sedangkan prajurit tidak bisa memerintah panglimanya.

Selain itu, orangtua telah melakukan banyak hal untuk anak seperti bekerja mencari nafkah, menyediakan tempat tinggal, makan-minum dan segala kebutuhan anak maka sekiranya anak harus “bekerja” untuk orangtua, sederhananya adalah menurut kepada orangtua. Tentu, sebagai orangtua pun tidak lantas semena-mena menyuruh anak. Misalnya saat anak sedang bermain dengan teman-temannya maka sebagai orangtua tidak lantas meng-cut kegiatan anak hanya untuk menyuruhnya ke warung.

Apabila anak tidak patuh dengan orangtua, orangtua berhak marah dan menindak (timeout). Jadi orangtua harus TEGA(S)! menindak apabila anak sudah melewati batas yaitu

  1. membahayakan dirinya atau orang lain
  2. merugikan dirinya atau orang lain
  3. melanggar norma agama & sopan santun

Timeout atau tindakan yang diberikan kepada anak tentu harus melihat profil anak seperti usia anak & kemampuan anak diajak berdiskusi. Contoh timeout : duduk diam di luar rumah / kursi khusus selama (usia) kali menit, mencabut / mengurangi haknya, mengurangi uang saku, dll. Apabila anak melewati batas di tempat umum atau di tempat keluarga yang belum tau aturan main yang berlaku maka konsekuensi tertunda dapat diberlakukan.

Sebenarnya menurut Abah Ihsan setiap manusia itu boleh marah tapi bukan marah yang :

  1. Menyakiti tubuh
  2. Memaki dengan kata tidak sepantasnya
  3. Merusak barang disekitar
  4. Membentak atau berteriak yang mengagetkan dan membuat syok

Perlu diketahui, ga ada anak yang ujug-ujug nurut dan patuh kepada orangtua nya. Maka diperlukan pembiasaan oleh orang tuanya. Awalnya mungkin anak akan merasa terpaksa menjalankan aturan-aturan yang ada namun dengan pendekatan yang baik dan contoh dari orangtua maka anak akan terbiasa dan tidak lagi merasa terpaksa.

Sebenarnya ya, yang membuat lelah dan memancing emosi orangtua adalah keinginan orangtua yang instan saat mendidik anak. Mau anak nya buru-buru mengerti dan nurut ataupun dikarenakan orangtua dikejar waktu sehingga kurang fokus dengan tujuan menyuruh anak.

Tujuan dari aturan atau perintah orangtua ke anak adalah agar anak disiplin. Namun, pendisiplinan terhadap anak itu perlu pengawasan maka buatlah aturan-aturan di rumah yang bisa diawasi orangtua. Apabila orangtua tidak sepenuhnya bisa mengawasi maka turunkan standarnya. Selain itu, baiknya tidak mendedikasikan pengawasan ke kakak atau adiknya karena bisa menimbulkan ketidakharmonisan hubungan saudara kandung hehehe.

Jadi, orang tua yang menginginkan “Deviden” dari anaknya maka perlu memberikan “Saham”. Sehingga ada PR yang harus dikerjakan orangtua :

Sediakan waktu untuk anak

  • Daily Time
    • Program Abah Ihsan yang kini sedang gencar digalakkan adalah 18-21 yaitu bermain, belajar, bercerita dengan anak dari pukul 18 sampai 21. Waktu ngariung dengan anak setiap harinya selama kurang lebih 3 jam. Jam nya si fleksibel ya mengikuti kebiasan di rumah masing-masing tapi tetap usahakan ada waktu ngariung setiap waktunya. Dimana tanpa gadget, tv, koran, dll
  • Private Time
    • sediakan waktu ber “kencan” dengan anak berdua saja
  • Family Time
    • luangkan waktu jalan-jalan bersama dengan keluarga tanpa gadget.

Memberikan kebebasan anak asal tidak berlebihan (lihat lagi point di atas, hal-hal yang dianggap berlebihan)

Harus tegas menindak anak apabila anak sudah berlebihan

  • Saat menindak anak kita harus kuat dengan rengekan dll nya. Pada anak juga ada hukum kekekalan ikhtiar. Anak akan melakukan bermacam cara agar merubah keputusan kita dari “Tidak” menjadi “Iya”. Saat kita sudah dibuat tidak nyaman dengan rengekan dll nya disitu anak merasa “menang” dan hal serupa akan menjadi senjatanya.
  • pernah dengar kan cerita-cerita dimana anak justru mengancam orangtua nya apabila anak tidak mendapatkan apa yang dia mau? atau cerita seorang bapak yang membelikan handphone dengan uang dua ribuan untuk anaknya hanya agar anaknya tidak mogok sekolah?

Tidak berbicara hal negatif ke anak atau di depan anak

  • Berhentilah melabeli anak dengan hal-hal negatif misal “iah ni, anak saya ini bandel sekali deh..” dll justru dengan label tersebut anak jadi percaya bahwa benar dia ini bandel.
  • Bagian ini yang kadang jadi peer para orangtua. Tanpa sadar mungkin kita pernah bilang “ga bisa diam banget si kamu” saat kita sedang terburu-buru tapi si anak malah asik lari-lari sehabis mandi sambil telanjang. Perlu orangtua tau, harusnya orangtua yang dapat mengatur gerakan anak bukan orangtua yang diatur ngejar-ngejar anak hihihi.
  • Anak itu pada hakikatnya memang tidak bisa diam entah kakinya, tangannya atau mulutnya. Nah, saat ingin anak diam (kaki & tangannya) buatlah mulutnya tidak diam dengan kita aktif mengajaknya bernyanyi atau ngobrol sambil kita memakaikan baju ke anak. Untuk anak di bawah 7 tahun masih mudah kok dialihkan tinggal kita nya aja sebagai orang tua harus kreatif.

Perbanyak kata-kata positif ke anak

  • Sebagai orangtua, kita perlu mengapresiasi apa yang anak kita kerjakan entah dengan kecupan atau kata-kata positif yang menyejukkan

Jadi orangtua yang dapat dipercayai anak

  • Ketika anak sudah menceritakan apapun ke orangtua itu adalah suatu pencapaian yang bagus. Kadang ya orangtua merasa “ge-er” sudah dekat dengan anak padahal menurut anak biasa aja buktinya masih ada hal-hal tertentu yang tidak diceritakan. Analogi sederhananya gini, saat kita ngobrol dengan teman baru atau teman kita saat ini terlihat seru dan menyenangkan tapi kan kita tidak menceritakan semua rahasia kita ke mereka kan? tentu kita akan memilih teman yang kita merasa nyaman yaa.. ternyata anak pun begitu ke orangtua.
  • Orangtua harus bisa memahami apa yang disukai anak tapi tidak harus menyukai hal yang sama. Setidaknya update lah agar ngobrolnya asik. Jadi tuh setiap mau ngobrol sama anak, intronya hal-hal sepele dulu baru masuk ke “nasihat-nasihat” jangan baru ketemu udah nasihatin, ngomingin dll yang ada anak males ngobrol sama kita
  • Tapi memahami bukan berarti menyetujui dan memenuhi semua keinginan anak, tetap harus ada screening otoritas orang tua apakah hal tersebut melewati batas? layak di “konsumsi” anak?

Begitulah sedikit ilmu yang bisa saya share dari acara Matapena, Senin 12 Des 2016 di Bintaro. Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat ya. Mohon maaf apabila ada tulisan saya yang kurang berkenan.

Jadi, sebelum meminta anak yang sholeh kita harus menjadi orangtua sholeh dulu ya

Regards,

Ibunya Aisha

 

 

Nasi Tim Jamur

Iseng mau bikin nasi tim dan pernah nyimpen resep dari facebook plus kebetulan lagi mood jadi mari eksekusi..

Bahan-bahan : 

  1. jamur kuping sesuai selera
  2. jamur merang sesuai selera
  3. daging giling 100gr
  4. bawang putih 2 siung cincang halus
  5. minyak goreng 2 sdm
  6. kecap asin 1 sdm
  7. garam 1/4 sdt
  8. merica 1/2 sdt
  9. kaldu daging (saya pakai kaldu jamur totole) 400ml
  10. beras 150gr
  11. keju parut

Cara Membuat :

  • rebus jamur-jamuran dengan 1 sdm kaldu bubuk jamur totole sampai menjadi kaldu
  • tumis bawang putih cincang sampai harum
  • masukkan jamur yang sudah direbus
  • masukkan daging giling, masak sampai berubah warna
  • masukka  kecap asin, garam, merica karena saya suka agak manis saya tambahkan kecap manis secukupnya
  • tambahkan keju parut agar lebih gurih
  • setelah matang, tumis jamur diletakkan di mangkok
  • tambahkan beras yang sudah dicuci bersih
  • tambahkan kaldu
  • kukus hingga matang (kurang lebih 30menit)

alhamdulillah aisha makannya lahab dan maunya makan sendiri.. horayy!

KENAPA ANAKKU SUSAH BANGET SIH DISURUH SHOLAT ?

Nara Sumber : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
โ€Ž

Saya bergabung di berbagai forum diskusi parenting. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil didalamnya. Terutama dari diskusi harian para Orangtua yang suka galau menghadapi anaknya. Kasus ini salah satunya ๐Ÿ™‚ 

“Anak saya susah sekali disuruh sholat, habis wudhu gak bersegera sholat, main dulu, ini itu dulu gak ada habisnya.”

Termasuk saya pernah mengalami hal ini ๐Ÿ™‚

“Gimana caranya membiasakan ibadah sholat pada anak?, anak saya masih suka malas-malasan ketika sholat?
Saya yakin gak sendirian mengalami hal ini hehehe..
Sebelum memberikan solusi apa yang harus dilakukan?

Kita harus menjawab hal berikut :

1. Berapa Usia Anak Kita 

2. Berapa umur yang diperintahkan Rasululullah untuk anak mulai mengerjakan sholat? Mengagetkannya banyak ortu sudah ngotot ngajak anaknya sholat dari umur yang sangat dini, balita bahkan. 

“Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’u Ghalil, no. 247)

Mengajak  sholat sedini mungkin itu boleh-boleh saja, tapi yang gak boleh jadi memaksa dan mengharuskan anak yang belum usia wajibnya.โ€Ž Belum boleh dimarahi jika belum mengerjakan. 

Katakan pada anak : ” Bunda sangat senang, kakak belum berumur 7 tahun sudah sholat, luar biasa.Tapi kalo kakak sudah mulai umur 7 tahun, kakak sudah harus sholat 5 waktu.Rasulullah bilang, sholat dimulai dr umur 7 tahun, dan harus dipaksa jika tidak mengerjakan, bahkan dipukul.”

Karena judul sholatnya baru belajar, maka sholatnya harus berjamaah atau ditemani, sekalipun bunda sedang berhalangan.  Gak ada cerita bunda suruh anak sholat, bundanya malah asyik2 nonton tv atau repot didapur. Sholat sendiri bukanlah pilihan untuk anak. Hal ini juga mengacu pada keutamaan sholat berjamaah menurut rasulullah
Sholatlah diawal waktu, jangan terbiasa menunda2 sholat
TAULADAN dari Orangtua sangat penting, tanyakan dulu pada diri sendiri, buat yang anaknya laki-laki sudah sholat berjamaah di masjidkah? Buat yang anaknya perempuan sudahkah sholat di awal waktu ?. 

Dari sini anak melihat betapa pentingnya ibadah sholat bagi Orangtuanya, karena saat adzan memanggil, ayah dan ibunya segera meninggalkan pekerjaannya dan memenuhi panggilanNya.

Kita harus memastikan anak mendapat nilai2 agama/kebaikan setiap harinya.
KENALKAN anak pada TUHANNYA sebelum sampai pada perintah Ibadah wajibโ€Ž . Kabar Gembisa sebelum peringatan, Nikmat sebelum Adzab, Syurga sebelum Neraka.

BERKISAH, Kisah-kisah yang harus diselesaikan sebelum mencapai usia 7 tahun yaitu Kisah 25 Nabi, Asmaul Husna, Rasul dan para sahabatnya, kisah orang-orang sholeh dan binatang dalam Al-qur’an.  

Anak-anak akan melihat betapa bertaqwanya Orang-orang terdahulu kepada Tuhannya.

Dari Jundub bin Abdillah Al Bajali radhiallahu anhu berkata:
Dulu kami saat bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam masih berusia remaja, kami belajar Iman sebelum kami belajar Al Quran. Ketika kami belajar Al Quran, maka bertambahlah iman kami.

Dan kalian hari ini belajar Al Quran sebelum Iman

(HR. Ibnu Majah dan Ath Thabrani dalam Muโ€™jam Kabir dan dishahihkan oleh Al Albani)..โ€Žโ€Ž

“Rayakan” moment ketika anak menginjak usia 7 tahun. 

Maksudnya disini adalah, bukan rayakan sesungguhnya. Tambahkan previllage buat anak ketika sudah menginjak usia ini, bertepatan dengan datangnya kewajiban akan sholat.

Jika 5 langkah diatas sudah dikerjakan tapi masih “mampir” setelah wudhu dan menunda. Maka tarik Nafas, senyum lalu hampiri anak, gandeng tangannya “kak yuk kita sholat” dengan lemah lembut. Jangan buat anak lari dari ibadahnya ๐Ÿ™‚

  Firman Allah Taโ€™ala:
ููŽุจูู…ูŽุง ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู†ุชูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ุชูŽ ููŽุธู‘ู‹ุง ุบูŽู„ููŠุธูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ุงูŽู†ููŽุถู‘ููˆุง ู…ูู†ู’ ุญูŽูˆู’ู„ููƒูŽ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imron (3): 159)
Semoga bermanfaat