All posts by Dita M

About Dita M

Soon to be Mom-Preneur

Kajian Matapena Bekasi

Kala Cita dan Cinta Hadir di Hati Ananda

Bekasi, 21 September 2017 @ Rs.Hermina

Kali ini Matapena kebagian di tanggal merah di Bekasi Kota pulak deket deh yaa dari rumah. Sebenernya sempat galau mau datang apa ga gegara udah beberapa sabtu ikut pelatihan. Alhamdulillah dikuatkan hati dan ga nyesel deh yaa dateng ketemu Abah Ihsan (baik hati) Baihaqi.

Materi ini sesungguhnya masih kejauhan buat aku yang mana anak-anaknya masih gemess belum sebesar hantu. Tapi etapi waktu kan berlalu cepat bener yaaa mana tau tetiba dihadapkan sama anak yang mau kuliah atau mau mantu. Ini aja liat-liat sekolah PG sama TEKA udah tarik-hembus nafas hahaha.

Awal-awal pembicaraan dibuka dengan pendapat abah yang mengatakan ga ada tuh pubertas ke dua di usia 40an yang harusnya diperbanyak di usia tersebut adalah kebaikan dan manfaat kebanyak orang. Ketika kita sebagai orangtua yang berusia 40an berarti kan anak kita kurang lebih di usia 20an ya, jadi harusnya fokus mempersiapkan anak menjadi orangtua dan pasangan yang sholeh/sholehah. 

Beberapa ketrampilan atau pengetahuan yang harus diajarkan menurut abah

  • Ketrampilan dalam memahami cinta & pendidikan seksual

Poin ini biasanya bikin deg-deg an orangtua untuk menjelaskan tapi menurut abah bagian ini justru lebih baik diedukasi sebelum baligh karena hormon nya belum ada. Poin ini harusnya orangtua yang menjelaskan dan memberitahu daripada anak berselancar sendiri. 

Ceritakan ke anak bahwa nanti akan hadir masa dimana Allah menciptakan rasa suka, sayang, cinta kepada lawan jenis dan rasa itu alami. Namun caranya harus mengikuti aturan dari yang menciptakan rasa itu, aturan Allah untuk cara yang halal dan di luar aturan Allah untuk cara yang haram. 

Apabila belum siap maka tahan rasa itu, disimpan dan ditunda penyampaiannya karena tidak semua rasa boleh langsung disampaikan. Misal ketemu orang yang jelek lalu seketika bilang “kamu jelek” apakah tidak menyakiti hati orang itu.

Karena apabila perasaan itu tersampaikan dan diterima baik maka ada rasa ingin selalu bertemu, lalu nyaman dan hormon mulai aktif. Untuk anak yang belum dewasa secara emosional ada banyak rerentetan peristiwa yang mungkin dapat terjadi setelahnya.

Sebagai orangtua pun haruslah minta maaf terlebih dahulu jika anak mengetahui bahwa dulu orangtua nya berpacaran sebelum waktunya. Sampaikan bahwa kita menyesal dan sangat sayang kepada anak kita sehingga tidak ingin itu terjadi.

Dan nanti akan ada momen dimana mungkin anak kita didekati seseorang “misal anak perempuan di kasih coklat oleh anak lelaki nah sebagai orangtua harusnya lebih perhatian ke anak ya kasih bunga kek, kado kek, coklat kek, ajak nonton bioskop kek dll nya biar anak ga gampang digombali gitu loh” kata abah. 

  • Ketrampilan domestik

Baik anak perempuan ataupun laki-laki harus dibekali ilmu dalam hal-hal domestik rumah tangga seperti mengurus anak, mencuci baju (baik manual ataupun dengan mesin cuci), bagaimana memperlakukan pasangan dengan mulia.

Mengenai ketrampilan bebersih, abah menyarankan dari usia 7 tahun anak sudah harus diberikan kemandirian

Berikut 12 melatih kemandirian anak yang bisa kita latih sejak anak berusia 7thn :

  1. Mandi sendiri termasuk cara mandi junub
  2. Istinja 
  3. Sikat gigi
  4. Makan
  5. Bereskan, merapihkan kamar dan tempat tidur sendiri
  6. Memisahkan tempat tidur nya
  7. Mencuci peralatan makan sendiri
  8. Diberikan setidaknya satu tugas RT misal : menyiram tanaman, mencuci sepatu sekolah, dll sesuai usia
  9. Menyimpan barang yang sudah dipakai ditempatnya
  10. Adab berpakaian menutup aurat
  11. Diberikan otonomi mengelola keuangan
  12. Sudah mulai dibiasakan sholat

Lalu soal memuliakan pasangan, ada yang perlu diketahui bahwa semakin tua laki-laki akan semakin manja dan ingin diperlakukan lembut sedangkan semakin tua perempuan maka akan semakin tangguh, mandiri dan multi-tasking. 

Makanya suka ada miss understanding saat usia mulai dewasa dimana sikap “menye-menye” (apa ya bahasa baiknya) bagi istri itu udah bukan lagi masanya sedangkan bagi suami justru lagi butuhnya sikap “menye-menye” ini. 

Maka itu, lelaki yang tidak kuat imannya dan istrinya sudah terlalu mandiri, tangguh dll nya bisa tergoda dengan perempuan muda yang masih kinyis kinyis dan suka “menye-menye”. Karena pada dasarnya lelaki itu udah keras jadi harus diperlakukan lembut. 

  • Ketrampilan bersosialisasi

Sebagai manusia dewasa harus semakin memberikan manfaat kepada lingkungan dimana ia berada. Semakin sering berkumpul dengan orang-orang yang sering menebarkan hal positif dan bermanfaat. 

Maka ajarkan anak kita untuk berempati, berbagi, menolak secara halus dan baik, serta berkomunikasi yang sopan dengan beberapa orang yang memiliki berbagai background. 

Karena sesungguhnya menikah itu bukan hanya menyatukan 2 orang melainkan 2 keluarga bahkan lebih luas lagi.

  • Ketrampilan jadi hamba Allah

Ajarkan anak kita mengenal Allah, mempelajari setiap aturan yang sudah dibuat Allah dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah Allah berikan. 

Dalam mendidik anak menurut abah ada 2 hal yaitu targhib yaitu motivasi dan tarhib yaitu pembiasaan dengan paksaan.

Jadi sebagai orangtua, perlu adanya membuat sebuah kebiasaan dengan paksaan seperti membiasakan anak perempuan menutup aurat.

Sebuah aturan perlu diberlakukan paksaan terlebih dahulu agar secara tidak sadar akan menjadi sebuah kebiasaan. Misal nih duluu pengendara motor banyak yang tidak pakai helm atau helm batok kelapa alias asal tempel sampai akhirnya polisi tegas dan konsisten meminta pengendara memakai helm SNI. Padahal kan ga ada keuntungannya ya buat para polisi ini selain untuk keselamatan si pengendara sendiri.

Begitupun Allah membuat aturan, itu semua ya demi keselamatan hambanya. Keteraturan di Bumi dan semesta. Dll

  • Ketrampilan terlatih dalam kesulitan

    Anak harus dilatih dalam kesulitan karena tempaan tersebut dapat membuat anak berpikir dewasa dan menjadi mandiri. Misal memfasilitasi anak hanya sampai usia tertentu, membiayai kuliah saja, dll.

    Mengajak anak berperan aktif dalam menentukan langkah hidupnya ke depan terutama dalam hal pendidikan. Sebagai orangtua dalam menentukan sekolah/pendidikan anak sampai SD mendapat 100% keputusan, dari SMP – SMA keputusan 50% orangtua dan 50% anak,  untuk kuliah 100% keputusan anak namun orangtua bisa mengajukan beberapa pertimbangan seperti jurusan yang diambil dan biaya pendidikan.

    Saat menentukan jenjang kuliah, seharusnya anak sudah bisa berpikir akan keputusan yang diambilnya. Apa baik-buruknya dan bagaimana pertanggungjawaban ke orangtua.

    Apabila orangtua menginginkan jurusan tertentu yang harus diambil anak, seharusnya dari kecil buat anak tertarik bukan memaksakan saat kuliah ingin diambil.
    Kurang lebih begitu matapena bekasi yang baruuu sempat di posting.

    Happy Reading Happy Sharing

    Advertisements

    Bingung Dot

    Setiap anak ceritanya adaaaa ajaa..

    Kali ini cerita eca yang bingung dot yesss bingung dot bukan bingung puting. Anti-mainstream ya doi hahaha.

    Jadi cerita nya bermula dari per-ASI an yang lagi-lagi produksi ASI saya yaa segitu alhamdulillah ada. BB eca kaya ais naiknya setengah dari yang seharusnya jadi perlu di boosting sama asip atau pasi. Well, karena saya masih berusaha meningkatkan produksi ASI jadi saya hanya memberi dia asip nenen-perah-kasihin gitu aja terus sampe 3 bulan.

    Nah, selama pemberian asip saya pake media cup feeder (tutup botol mam yang bisa berfungsi sbg cup feeder juga), sendok, sama sns yang dibikin sendiri biar si anak ga bingung puting dan lebih sering pake sns dengan harapan dia ngenyot terus. Supply-Demand right? Itu nasehat dsa pro-asi saya.

    Dan hari berlalu, seminggu lagi saya akan masuk kantor. Mulai lah belajar nge-dot dan eng ing eng menjerit jerit lah si anak. Boro-boro disedot baru masuk aja dot nya udah menjerit. Fyuhhh.. mamak bingung. Ohh, ga mau dot ini x yaa sung lah meluncur ke babyshop deket rumah ganti dot merk pige*n ealahh ga ngefek hahaha.

    Akhirnya ikhtiar terus-terusan dengan dikasih dot dulu baru ganti sendok atau suntikan. Iya, suntikan 10ml jarumnya dicopot jadi disemprot-semprotin ke mulutnya. Ini saran dsa yang lain pas saya curcol anake ga mau dot. “ealah telat ini bu dikenalin dot nya. harusnya pas sebulanan dikenalin nya. ini mah seumur hidup ga mau dot.” jegeerrr..

    Bener aja, drama 2mingguan jerit-jeritan sampe mimiknya ga banyak hikss syedih padahal harus ngejar bb. Akhirnya dibantu sama sufor yang high calories karena oleh-oleh mamak buat eca belum cukup. Eh, pake merk saran si dsa alergi doonnnggg sung lah ganti sufor merk kk nya dulu alhamdulillah amaan tapi ini bukan sufor high calories. Akhirnya semingguan ini beli susu high calories tapi beda pabrik. Alhamdulillah cucok yesss meski lebih lahap kalau mimik asip (yaialahh asi mamak kan rasa gado-gado, ayam panggang, sate dll).

    Dan akhirnyaaa hampir sebulan ber-drama riaaa anak ini konon katanya mulai mau nyedot susu pake dot. Awalnya saya ga percaya yaa eh pas tadi pagi liat sendiri wuihhh mamak senang meskipun bentar terus crancky minta nen. Semoga istiqamah yah naakk!

    Pake coba beli dot yang harganya masyaallah mahal lagi. mimi*umi. belum sampe sih dotnya semoga makin lahap ngedot nya kalau gaaa huhuhu syedihh.

    Why ngedot? karena saya ga mau nyusahin orang rumah yang jagain eca. Terus biar mimiknya lahap dan cepat biar bb nya melajuuuu.

    Amiinnn..

    Oiah sns itu semacam ini

    tapi saya ga pakai merk ini karena mahaaall πŸ˜‚ akhirnya bikin sendiri mirip-mirip begini pakai spuit (suntikan) tanpa jarum kapasitas 50ml, selang ngt fr 5mm panjang 40cm, selotip perban. Dah itu doang alatnya, jaauuhhh lebih murah tapi emang max pemakaian 2minggu. 

    Jadi, kalau ada yang mau nyoba si sns ini monggo yaaa bisa tanya-tanya juga ke email ditampratiwi@gmail.com

    Semoga membantu dan teruslah meng-ASI-hi πŸ’ž

    Edisi kedua melahirkan

    Hai Hallo..

    Ya, kali ini saya sudah menjadi perempuan ber-anak dua & ber-suami satu. Alhamdulillah. 

    17 April kemarin, anak perempuan lahir melalui operasi. Kenapa operasi? Well, seperti kebanyakan perempuan Indonesia saya pun menginginkan proses melahirkan yang alami-normal-gentle birth namun sampai 40w posisinya belum bagus alias masih sungsang.

    Kok bisa? mbuh lah.. bayinya dari minggu 30an kepalanya belum pernah muter ke bawah paling banter melintang. Diagnosa kemarin karena tali pusarnya pendek terus kelilit di leher terus keseringan gendong jadi perutnya ketekan dan mempersempit ruang untuk muter.

    I did anything, dari nungging-nungging, melakukan gerakan yoga dan terakhir hypnobirthing. Usaha semaksimal mungkin (menurut saya sih udah maksimal ya) sampai mentok udahlah minggu 40 jadwal operasi. 

    So, saya sudah merasakan lahiran normal dan operasi (next vbac-inshaallah kalau rejeki nambah anak hahahha). Dan sama-sama ada sakitnya, kalau normal sebelum ya kalau operasi sesudah. Kalau ga ada indikasi medis mah saya lebih milih normal. 

    Jadi, tanggal 17 april 2017 jam 06.00 jadwal operasi saya. Malam sebelumnya sehabis boboin aisha kira-kira jam 9an cuss menuju rsia. Registrasi, cek sana sini baru deh check-in. Duilaaa ga bisa tidur laahh, seriusan deh.

    Besok subuhnya siap-siap mandi dll ganti baju operasi terus menuju ruang operasi. Request ditemenin suami biar gimana gitu yaa (etapi ga ngaruh hahaha). Masuk ruang operasi, dingin bikin tambah deg-degan apalagi bajunya sehelai aja. 

    Sebelum operasi di mulai, suntik bius di tulang belakang rasanya ngiluuu dan lama kelamaan baal dari perut sampai kaki. Proses operasi di mulai beneran ga berasa sakit cuma berasa kaya diraba-raba.

    Bayi udah keluar eh kok ya ga nangis antara masih setengah sadar dan penasaran kenapa. Alhamdulillah ga berapa lama tangisan nya pecah. Ternyata keminum air ketuban katanya dan pernapasan nya keganggu apa gimana gitu jadi harus di nicu (gagal lagi deh IMD). Habis itu sesi jahit menjahit di mulai.

    Sehabis keluar dari ruang operasi selama 8jam saya cuma boleh tiduran lurus selurus-lurusnya, 8jam selanjutnya saya belajar miring kanan-kiri, dan 8jam lagi saya baru belajar duduk terus jalan. Alhamdulillah wa syukurillah sakitnya cuma cenut-cenut di bawah 3 dari skala 10 sampai susternya heran karena baru saya yang begini ini. Beneran si ga sakit gimana-gimana cuma badan lemes banget aslik! ga bisa gerak pas 16jam pertama beraaat banget (selain bobot saya yang emang berat sih hahah). Tapi saya bisa melewati semuanya horeee!

    Jadi..

    Perkenalkan putri kedua kami.

    Anak yang diberkahi Allah, membanggakan & penyabar.

    “Sehat selalu ya nak, mari berjuang untuk meng-ASI-hi sampai 2tahun ya nak, mari belajar bersama untuk saling menyayangi & memahami, mari berjalan bersama mengarungi hari-hari dan bersyukurlah selalu kepada Allah SWT untuk segala yang terjadi”

    Love,

    Ibu, Ayah, kk Aisha

    Aisha is Turning 2

    26 Februari 2017, anak ibu yang namanya Aisha Kayrana Ayuni sudah 2 tahun. Ahh ga kerasa ya nak. Semoga doa Ibu & Ayah setiap sholat dikabulkan sama Allah SWT. 

    Inget duluuu waktu Aisha lahir rasanya itu campur aduk luar biasaaa sampai drama persusuan dan drama lainnya

    Terakhir adalah Drama penyapihan. Betapa ibu mau mencoba Menyapih dengan Cinta. 2 bulan sebelum Aisha 2 tahun selalu dibilangin “kalau nanti udah 2tahun ga nen lagi ya” terus selipin kata-kata itu tiap nen. Gegara kata-kata itu emang bikin Aisha makin getol nen nya mungkin mau puas-puasin sebelum akhirnya totally stop. 

    Setelah ulangtahun ke 2, beberap malam Aisha berjuang banget untuk self-control biar ga nenen lagi. Sedih liatnya tapi ya harus komit kan yaaa. Frekuensi nen dikurangi, cuma nen pas bobo malam sampai akhirnya 3 minggu setelah 2 tahun 2 malam cranky bangettt karena Aisha minta nen malam tapi ibu tolak. 

    Nangis nangis sampai kurang lebih 1 jam tapi tetap teguh untuk ga ngasih karena udah komit harus di stop mengingat saat itu juga udah hamil gede. Finally, akhir maret Aisha berhenti nen. 

    Menyapih dengan Cinta susah susah gampang tapi yang penting komit berdua sama suami kapan harus mulai disapih dan kapan harus benar benar berhenti. Alhamdulillah ga perlu pakai pait-paitan untuk berhentiin nen nya Aisha.

    Good Luck for youu..

    Baper dan brebes mili itu ketika pagi itu Aisha pernah bilang

    “mbu ga mandi, ga kerja ayah aja yang kerja. mbu di rumah main sama Aisha”

    Amin nak aminnn..

    Doain yaa supaya doa Aisha dikabulin dan rejeki Ayah dibanyakin

    face puzzle

    Di jam istirahat karena ga ngeluyur kemana-mana akhirnya produktif bikin mainan untuk aisha yang semoga dilirik sama aisha karena sekarang aisha lagi seneng banget main masak-masakan

    Permainan sederhana mengenal bagian tubuh yang ada di muka. Sebetulnya aisha udah tau mana mata, hidung, sampai bulu mata tapi ini ibunya iseng bebikinan puzzle wajah

    Bermodal kertas HVS dan kemampuan menggambar ala-ala akhirnya dibuatlah puzzle wajah. Kurang lebih begini

    1. Kertas HVS/karton bagi dua, satu untuk kepala nya satu lagi untuk anggota wajahnya
    2. potong-potong anggota wajah
    3. laminating bagian kepala
    4. lakban bening bagian anggota wajah

    kenapa di laminating dan di lakban? biar awet kakkk.. harusnya si gambarnya di kertas karton tapi ya sudahlah adanya itu πŸ˜‚

    Kalau mau simple bisa langsung cari printable untuk puzzle wajah ini, banyak kok di Pinterest atau google juga ada hihi. 

    Selamat mencoba 😘

    Umur Manusia

    Kamis kemarin diajakin ikut pengajian seusai sholat dzuhur di Masjid kantor. Ceramah singkat selama kurang lebih 30 menit membahas tentang umur manusia. Jadi, ustadzah menyampaikan bahwa manusia itu diberkahi oleh 2 jenis umur yaitu Umur Biologis & Umur Keberkahan.

    Umur Biologis

    • Umur fisik manusia yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Tiap-tiap manusia sudah ada batas umur kehidupannya di dunia.

    Umur Keberkahan

    • Umur yang Allah berikan tanpa batasan tapi panjang pendeknya tergantung manusia memanfaatkan umur biologisnya dalam kebaikan yang berkelanjutan.
    • Salah satu contoh yang menggambarkan umur keberkahan adalah silaturahmi.

    Jadi benar silaturahmi itu memperpanjang umur tapi bukan umur biologis ya melainkan umur keberkahan. Karena saat kita bersilaturahmi baik dengan teman baru ataupun teman lama yang apalagi membawa pengaruh baik untuk kita maka akan selalu ada energi positif yang dapat kita serap sehingga energi positif tersebut juga dapat kita sebarkan.

    Selalu bersyukur atas rejeki yang Allah berikanΒ  dapat juga memperpanjang umur keberkahan. Rejeki itu bukan terbatas hanya uang ya, mata bisa mengedip, masih diberi kesehatan, teman-teman yang baik, orang tua yang sholeh, anak-anak yang sholeh dll itu juga termasuk rejeki.

    Ada kisah nyata salah satu teman bu ustadzah. Sebelumnya sang istri tidak bekerja ataupun berkarir di luar rumah namun penghasilan dari 1 sumber sudah mencukupi kehidupan mereka bahkan mampu mengumrohkan mereka. Suatu ketika si istri bekerja dan berkarir tapi ternyata penghasilan dari 2 sumber tersebut justru membuat kehidupan mereka selalu kekurangan. Keberkahan yang dulu mereka punya ternyata bergeser karena sudah tidak ada lagi rasa syukur, nafsu keinginan yang tak terbendung, waktu dan senyum yang berkurang, serta ada rasa meninggi si istri karena merasa “saya bisa beli sendiri”, “saya ga butuh uang suami lagi”, “saya bisa begini..”, “saya bisa begitu..” ahhh…

    Sehingga sebagai manusia kita haruslah memanfaatkan semaksimal mungkin umur biologis kita untuk memperpanjang umur keberkahan kita dengan banyak memberikan manfaat kepada orang lain dan selalu bersyukur setiap waktunya.

    Ya Allah, lindungilah keluarga hamba. Berikan lah hamba sekeluarga rejeki yang halal, berkah, berlimpah serta menyelamatkan. Amin.

     

    Kantong Mainan

    Sebenarnya mainan Aisha ga banyak cuma kalau kecampur-campur ga enak juga kan ya. Misal tetiba dia mau main masak-masakan eh printilannya kececer nyampur sama dokter-dokteran dll kan eyke yang pusyiinngg.

    Terus kalau mau pergi ke rumah nenek bogor dan bawa mainan kan susyah lagi masuk-masukin ke tas lain.

    Alhasil bikin kantong-kantong khusus mainan aja deh. Jadi tinggal boyong dan beresinnya enak. Kebetulan nyimpen banyak kain polos di rumah. Ini dia~

    1. Kain dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Terus ditulisin pakai cat akrilik sesuai dengan mainan yang mau disimpan. Ini cat sama kainnya ga nyambung jadi bleber catnya 😢
    2. Jait menggunakan mesin,pakai tangan juga bisa kok
    3. Pasang tali
    4. Masukkan mainan
    5. Beres deh!

    Enyak kan jadi nyarinya nanti ga pusyinggg

    Bunga untuk Mamah

    Tanggal 22 Des 2016 kemarin ceritanya janjian sama si adek mau ngasih bunga ke mamah.

    Iseng liat-liat instagram buat pesan bunga eh ternyata ada model rangkaian bunga yang simpel. Dengan tingkat kepedean tinggi, akhirnya berencana bikin sendiri aja lah.

    Siang nya sama teman-teman kantor pergi ke Cikini sekalian makan gudeg yang enak disana. 

    Dan voila~ begini lah bunga yang dibuat

    Bahan-bahan:

    1. 25 tangkai bunga mawar: @ 9.000
    2. busa air biar bunga awet: gratis
    3. kotak kardus: 20.000
    4. pita meteran: 1 roll 10.000
    5. coklat ferrero rocher 5 bungkus (perbungkus isi 3): @ 17.000/bungkus 

    Cara: Gunakan kreatifitas dan kesabaran

    • alasi bawah kardus dengan plastik
    • tata busa yang sudah basah
    • tata bunga sesuai selera
    • tumpul coklat di tengah-tengah

    Selamat mencoba πŸ’‹

    Matapena Yuk JOS Community

    Pertama kali ikutan Matapena Yuk JOS (Jadi Orangtua Shalih) Community nya Abah Ihsan. Matapena itu adalah Majelis Tsaqofah Pengasuhan Anak, majelis taklim ala ala Abah Ihsan khusus alumni PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) untuk menjaga semangat alumni dalam belajar pengasuhan agar menjadi orang tua yang shalih sebelum meminta anak menjadi shalih. Matapena ini seriusan gratiss kecuali konsumsi yaa :p

    Matapena kali ini diadakan di rumah makan model saung di Bintaro. Datang ke Matapena cuma boleh berdua sama suami alias anak < 1 tahun tidak boleh di ajak ikut alasannya jelas agar orang tua fokus dengan materi yang disampaikan. Oke, sekarang saya mau share ilmu yang saya dapat di acara Matapena yaa. Semoga bermanfaat.

    Pada dasarnya fitrah manusia adalah menyukai dan membutuhkan hal-hal yang baru. Begitupula dengan anak kita. Anak adalah sumber kebaruan bagi orang tua, dimana akan selalu ada hal-hal baru yang ditunjukkan anak dari hari ke hari salah satunya adalah kosakata anak ataupun adab anak. Sehingga sebagai orangtua, kita perlu terus belajar dan mengupdate diri sendiri (jangan cuma update status di social media aja ya hihihi) agar bisa mengikuti ke’baru’an anak-anak kita.

    Ngomong soal adab. Ada beberapa adab wajib yang perlu diajarkan kepada anak yaitu :

    1. Adab Makan
    2. Adab Bertamu
    3. Adab Toilet
    4. Adab Safar
    5. Adab Orang tua

    Agar anak dapat diajarkan adab-adab di atas, sebagai orangtua perlu memiliki otoritas. Tanpa otoritas maka anak tidak akan melakukan perintah orangtua dan tidak meninggalkan apa yang dilarang. Karena pada dasarnya orangtua berhak menyuruh anak tapi tidak dengan sebaliknya. Anak tidak berhak menyuruh orangtua. Analogi sederhana nya adalah seorang panglima dapat memerintahkan prajuritnya sedangkan prajurit tidak bisa memerintah panglimanya.

    Selain itu, orangtua telah melakukan banyak hal untuk anak seperti bekerja mencari nafkah, menyediakan tempat tinggal, makan-minum dan segala kebutuhan anak maka sekiranya anak harus “bekerja” untuk orangtua, sederhananya adalah menurut kepada orangtua. Tentu, sebagai orangtua pun tidak lantas semena-mena menyuruh anak. Misalnya saat anak sedang bermain dengan teman-temannya maka sebagai orangtua tidak lantas meng-cut kegiatan anak hanya untuk menyuruhnya ke warung.

    Apabila anak tidak patuh dengan orangtua, orangtua berhak marah dan menindak (timeout). Jadi orangtua harus TEGA(S)! menindak apabila anak sudah melewati batas yaitu

    1. membahayakan dirinya atau orang lain
    2. merugikan dirinya atau orang lain
    3. melanggar norma agama & sopan santun

    Timeout atau tindakan yang diberikan kepada anak tentu harus melihat profil anak seperti usia anak & kemampuan anak diajak berdiskusi. Contoh timeout : duduk diam di luar rumah / kursi khusus selama (usia) kali menit, mencabut / mengurangi haknya, mengurangi uang saku, dll. Apabila anak melewati batas di tempat umum atau di tempat keluarga yang belum tau aturan main yang berlaku maka konsekuensi tertunda dapat diberlakukan.

    Sebenarnya menurut Abah Ihsan setiap manusia itu boleh marah tapi bukan marah yang :

    1. Menyakiti tubuh
    2. Memaki dengan kata tidak sepantasnya
    3. Merusak barang disekitar
    4. Membentak atau berteriak yang mengagetkan dan membuat syok

    Perlu diketahui, ga ada anak yang ujug-ujug nurut dan patuh kepada orangtua nya. Maka diperlukan pembiasaan oleh orang tuanya. Awalnya mungkin anak akan merasa terpaksa menjalankan aturan-aturan yang ada namun dengan pendekatan yang baik dan contoh dari orangtua maka anak akan terbiasa dan tidak lagi merasa terpaksa.

    Sebenarnya ya, yang membuat lelah dan memancing emosi orangtua adalah keinginan orangtua yang instan saat mendidik anak. Mau anak nya buru-buru mengerti dan nurut ataupun dikarenakan orangtua dikejar waktu sehingga kurang fokus dengan tujuan menyuruh anak.

    Tujuan dari aturan atau perintah orangtua ke anak adalah agar anak disiplin. Namun, pendisiplinan terhadap anak itu perlu pengawasan maka buatlah aturan-aturan di rumah yang bisa diawasi orangtua. Apabila orangtua tidak sepenuhnya bisa mengawasi maka turunkan standarnya. Selain itu, baiknya tidak mendedikasikan pengawasan ke kakak atau adiknya karena bisa menimbulkan ketidakharmonisan hubungan saudara kandung hehehe.

    Jadi, orang tua yang menginginkan “Deviden” dari anaknya maka perlu memberikan “Saham”. Sehingga ada PR yang harus dikerjakan orangtua :

    Sediakan waktu untuk anak

    • Daily Time
      • Program Abah Ihsan yang kini sedang gencar digalakkan adalah 18-21 yaitu bermain, belajar, bercerita dengan anak dari pukul 18 sampai 21. Waktu ngariung dengan anak setiap harinya selama kurang lebih 3 jam. Jam nya si fleksibel ya mengikuti kebiasan di rumah masing-masing tapi tetap usahakan ada waktu ngariung setiap waktunya. Dimana tanpa gadget, tv, koran, dll
    • Private Time
      • sediakan waktu ber “kencan” dengan anak berdua saja
    • Family Time
      • luangkan waktu jalan-jalan bersama dengan keluarga tanpa gadget.

    Memberikan kebebasan anak asal tidak berlebihan (lihat lagi point di atas, hal-hal yang dianggap berlebihan)

    Harus tegas menindak anak apabila anak sudah berlebihan

    • Saat menindak anak kita harus kuat dengan rengekan dll nya. Pada anak juga ada hukum kekekalan ikhtiar. Anak akan melakukan bermacam cara agar merubah keputusan kita dari “Tidak” menjadi “Iya”. Saat kita sudah dibuat tidak nyaman dengan rengekan dll nya disitu anak merasa “menang” dan hal serupa akan menjadi senjatanya.
    • pernah dengar kan cerita-cerita dimana anak justru mengancam orangtua nya apabila anak tidak mendapatkan apa yang dia mau? atau cerita seorang bapak yang membelikan handphone dengan uang dua ribuan untuk anaknya hanya agar anaknya tidak mogok sekolah?

    Tidak berbicara hal negatif ke anak atau di depan anak

    • Berhentilah melabeli anak dengan hal-hal negatif misal “iah ni, anak saya ini bandel sekali deh..” dll justru dengan label tersebut anak jadi percaya bahwa benar dia ini bandel.
    • Bagian ini yang kadang jadi peer para orangtua. Tanpa sadar mungkin kita pernah bilang “ga bisa diam banget si kamu” saat kita sedang terburu-buru tapi si anak malah asik lari-lari sehabis mandi sambil telanjang. Perlu orangtua tau, harusnya orangtua yang dapat mengatur gerakan anak bukan orangtua yang diatur ngejar-ngejar anak hihihi.
    • Anak itu pada hakikatnya memang tidak bisa diam entah kakinya, tangannya atau mulutnya. Nah, saat ingin anak diam (kaki & tangannya) buatlah mulutnya tidak diam dengan kita aktif mengajaknya bernyanyi atau ngobrol sambil kita memakaikan baju ke anak. Untuk anak di bawah 7 tahun masih mudah kok dialihkan tinggal kita nya aja sebagai orang tua harus kreatif.

    Perbanyak kata-kata positif ke anak

    • Sebagai orangtua, kita perlu mengapresiasi apa yang anak kita kerjakan entah dengan kecupan atau kata-kata positif yang menyejukkan

    Jadi orangtua yang dapat dipercayai anak

    • Ketika anak sudah menceritakan apapun ke orangtua itu adalah suatu pencapaian yang bagus. Kadang ya orangtua merasa “ge-er” sudah dekat dengan anak padahal menurut anak biasa aja buktinya masih ada hal-hal tertentu yang tidak diceritakan. Analogi sederhananya gini, saat kita ngobrol dengan teman baru atau teman kita saat ini terlihat seru dan menyenangkan tapi kan kita tidak menceritakan semua rahasia kita ke mereka kan? tentu kita akan memilih teman yang kita merasa nyaman yaa.. ternyata anak pun begitu ke orangtua.
    • Orangtua harus bisa memahami apa yang disukai anak tapi tidak harus menyukai hal yang sama. Setidaknya update lah agar ngobrolnya asik. Jadi tuh setiap mau ngobrol sama anak, intronya hal-hal sepele dulu baru masuk ke “nasihat-nasihat” jangan baru ketemu udah nasihatin, ngomingin dll yang ada anak males ngobrol sama kita
    • Tapi memahami bukan berarti menyetujui dan memenuhi semua keinginan anak, tetap harus ada screening otoritas orang tua apakah hal tersebut melewati batas? layak di “konsumsi” anak?

    Begitulah sedikit ilmu yang bisa saya share dari acara Matapena, Senin 12 Des 2016 di Bintaro. Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat ya. Mohon maaf apabila ada tulisan saya yang kurang berkenan.

    Jadi, sebelum meminta anak yang sholeh kita harus menjadi orangtua sholeh dulu ya

    Regards,

    Ibunya Aisha