Category Archives: Coret Kata

Dear Aisha

Pupuklah hati mu dengan Cinta sehingga kamu akan senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah
Tumbuhlah menjadi anak yang memiliki jati diri positif dengan begitu kamu tidak akan terbawa arus karena kamu yang membuat arus mu sendiri

Besarlah menjadi anak yang lapang dada dengan begitu kamu tidak akan menggerutu kepada keadaan melainkan belajar terus tentang kehidupan dengan rasa senang

Dear Aisha,

Ingat kan selalu kami-orangtua mu-untuk memberikan bekal yang kamu butuh kan agar kamu tumbuh menjadi anak berkarakter dan mampu meraih cita-cita mu. Memberikan Cinta sebesar yang kamu inginkan.

Advertisements

Cerita sebelum tidur

Ah.. kamu tak lagi mengunjungi ku akhir minggu ini.. Mungkin aku yang harus mengunjungimu

****

Malam itu aku sangat terkejut ketika ia ada tepat disampingku. Tak ada kata yang terucap dari bibirnya hanya seulas senyum manis yang tak pernah berubah. Badan ini sontak berlari memeluknya sambil terisak ku bisikan kata “jangan pergi lagii..”

Dan sepulang kerja, ku sempatkan diri mengunjunginya “Assalamu’alaikum..”

Lalu semua cerita meluncur begitu saja seperti mengulang kebiasaan lama sebelum waktu tidur tiba.

“Aku pulang dulu ya mbah.. makasih mau mendengar cerita-ceritaku” pamitku sambil mencium batu nisan dihadapanku.

Layar Anti Jenuh

Saya tinggal di sebuah rumah kontrakan di tengah kampung padat penduduk yang dihuni oleh 2 orang dewasa, 3 anak berusia remaja dan 1 balita. Kehidupan saya hampir terjadi 24 jam dan beristirahat agak panjang hanya ketika PLN sedang lelah menyebar pasokan listrik ke rumah-rumah kecil dan lebih senang menyalurkan pasokan listrik ke gedung-gedung berduit.

Malam ini…

“Bang, gantian dong gw mau nonton Sinetron Mas-mas Ganteng Siluman”

“Minggir-minggir, lagi ada gosipnya si Artis itu operasi nih”

“Enak ya jadi artis, bisa beli mobil, rumah gedongan, jalan-jalan ke luar negeri. Pak, kerjaan bapak apa sih?”

“Bawel lo ah” jawab si Bapak sambil asik menggosok cincin batunya

“cakitnya tuh dicini di dalam hatiku” celotehan si bungsu sambil menirukan goyangan meliuk-liuk si penyanyi

“udah sana pada tidur, emak mau nonton Sinetron Istri yang diselingkuhin suami”

Blupp…

“yaaahhh mati lampuuuu..” suara mereka kompak.

Ahh syukurlah, setidaknya saya bisa beristirahat dari rutinitas para penghuni rumah ini.

Tempat singgah

Mengapa setiap saya sedih, jenuh, gundah, kesal selalu saja banyak hal-hal yang bisa saya lakukan?
Menulis rasanya lebih lancar
Menggambar pun rasanya lebih tergores indah
Memikirkan sesuatu pun terasa sedang tatap hati dengan-Nya..
Semua seakan dijalur yang benar

Harusnya tidak boleh seperti itu..
Menulis ya menulis saja
Menggambar pun seperti itu
Terlebih lagi bertatap hati dengan empunya hati
Saat senang, bahagia, pun harusnya bisa melakukan semua itu

Kegiatan ini semestinya bukan hanya persinggahan yang dikunjungi manakala hati sedang lelah.
Kegiatan ini semestinya jadi bagian yang kapanpun bisa diciptakan

Ya, semestinya dan seharusnya.,

We walk by faith not by sight..
-manager’s bbm status

Dear you.,
Semoga kita bisa fokus menuju ke titik akhir kita bersama-sama..
Menyusuri setiap cerita yang terbentang di hadapan..
Dengan rasa saling percaya, mendukung dan mendoakan..

Amin.
-saya

Mimpi. Kamu.

“Sedang apa disini?”
“Duduk”
“Heeiii! Lihat! Semua orang sudah mengejar mimpinya. Mereka berlari, berjalan bahkan merangkak”
“Hmm, saya tidak tau apa yang harus saya kejar”
“Ayolaah, setidaknya bergerak meski kamu sendiri belum tau tujuan kamu. Tahukah kamu, dengan bergerak dari zona nyaman kamu ini, kamu akan menemukan hal-hal baru yang bisa jadi akan membuka hati mu untuk menemukan mimpimu”
“Bagaimana kalau akhirnya mimpi itu biasa saja, terlalu sederhana?”
“Mengapa tidak itu lebih baik daripada tidak punya. Setidaknya kalau kamu tau mimpi itu biasa saja berarti kamu tau mimpi apa yg luar biasa, kan?”
“Hmm, tapi saya harus bergerak kemana?”
“Kemana saja kamu mau”
“Bagaimana kalau tersesat?”
“Banyak yang bisa kamu tanya”
“Kalau saya tertipu?”
“Pasti ada orang baik yang akhirnya bisa kamu tanya”
“Orang ke berapa?”
“Keberapa saja. Aahh sudahlahh”
“Kenapa kamu jadi duduk disamping saya?”
“Saya sebelumnya seperti kamu, sampai akhirnya saya bertemu kamu dan saya jadi tau mimpi saya apa”
“Apa?”
“Menemanimu sampai kamu menemukan mimpi kamu”

A : “what are you doing?”
B : “i am doing nothing”
A : “nothing?”
B : “yess, why are you so suprised?”
A : “i have no idea why you’re doing nothing for so long..”
B : “simple, because i am happy”
A : “oh, i see. You are happy because you have no special one in your life”
B : “pardon?”
A : “yess, i think if you have someone special you would do anything and sometimes it doesn’t always make you happy but you always want to do that”

*tiba-tiba mau nulis ini, ngasal, sok bisa bahasa inggris*

Good night universe.
-dmp-

Terwakili 5 kata

“5 kata saja cukup”
“Okeh.. Hujan, gerimis, macet, sedikit dan seru.”

Dikala hujan yang malu-malu turun. Semburat senyum pun malu-malu tersembul dibalik rona pipi.
Seketika gerimis pun datang. Terselip diantara besi baja yang mengusik kemacetan.
Diantara kawanan kata. Tak sedikit diam merangkul lalu mengunci bibir rapat-rapat.
Hingga waktu pun bergulir, berlari lalu tenggelam. Menelan keseruan yang baru saja tercipta.

“Misi selesai ya…”
” iah.. :)”