Category Archives: ParentHood

Baper dan brebes mili itu ketika pagi ini Aisha bilang

“mbu ga mandi, ga kerja ayah aja yang kerja. mbu di rumah main sama Aisha”

Amin nak aminnn..

Doain yaa supaya doa Aisha dikabulin dan rejeki Ayah dibanyakin

Berburu Ilmu

Sabtu kemarin saya & suami mencari ilmu sampai ke kebayoran baru. Sebenernya si yang ngikut sharing session tentang parenting itu saya aja, mas suami bonding sama Aisha. Hehehe. Acara nya di daycare gitu jadi Aisha puasa main-main.

Jadi, kemarin dapat info dari kak Eka(senior campus) ada acara sharing session tentang parenting & pendidikan anak usia dini. Merasa butuh ilmu untuk mengupgrade diri sebagai orangtua, akhirnya daftar lah saya.

Sadar banget kalau tantangan menjadi orangtua di zaman sekarang itu dapat serangan dari berbagai arah. Serangan berupa gadget addict, drugs (even digital drug), sex & lgbt. Sebenarnya dulu pun waktu saya masih sekolah hal-hal drugs & sex sudah jadi bahan obrolan tapi kan sekarang medianya makin banyak jadi makin uncontrolled ga sih.

Oleh sebab itu sebagai orangtua harus menjadi orang pertama yang dipercaya anak untuk cerita apa aja. Ya, apa aja. Tapi untuk bisa sampai level itu tentu ada hubungan yang harus dibangun. Nah, mulai dari kandungan-7th lah menurut saya hubungan itu dapat dibangun. Masa-masa dimana otak anak saya mudah menyerap apapun yang dilihat. Tapi pengasuhan anak masih harus diawasi sampai anak masuk ke jenjang kuliah ya.

Anak itu belajar dengan cara melihat bukan mendengar makanya cara termudah adalah dengan mencontohkan. Dan apabila masa kecil kita tidak mendapat role model dari orangtua, kita bisa kok memutus itu. Ambil positif nya, belajar dari negatif nya. Try to talk with your inner child first. Karena bisa aja tanpa sadar kita akan memperlakukan anak kita seperti saat orangtua kita memperlakukan kita. Belajar, belajar, dan belajar.

Kepercayaan serta contoh positif yang kita tanamkan ke anak akan menjadikan anak kita berkarakter. Karakter yang akan membawa anak menjadi anak yang sukses. It’s not only about academics.

Gimana si agar kita bisa menginstal hal-hal positif ke anak kita?

  1. Puji perilaku nya bukan orangnya. Tegur perilaku nya dengan adab yang baik.
  2. Apabila anak meminta perhatian kita, jangan abaikan. Tapi perlu juga kita ajarkan untuk menunggu dengan konkrit. Misal :”bu, sini deh bu Aisha mau cerita” berhenti cuci piring, hampiri & tatap mata anak “mau cerita apa aisha? Aisha boleh cerita tapi tunggu 5 menit ya ibu selesai kan cuci piring nya dulu”
  3. Berempati saat anak bercerita meski menurut kita hal itu biasanya aja.
  4. Tidak membawa permasalahan kantor/bisnis ke rumah. Focus on your children.
  5. Jangan ancam anak. Perlu dibuat kesepakatan jauh sebelum kegiatan dilakukan. Misal : Nanti, aisha 2 jam lagi makan siang sama sayur ini & lauk itu baru sehabis makan kita pergi ke taman.
  6. Perlu briefing anak sebelum pergi ke suatu acara. Hal ini agar anak ga kaget dan bosan apabila tidak ada kegiatan yang dilakukan. Bosan -> mencari kegiatan/perhatian orangtua -> mungkin berakhir rusuh. Pilih kegiatan yang sekiranya sesuai dengan anak & kondisi acara.
  7. Berinteraksi saat bermain dengan anak karena anak menikmati kebersamaan bukan barang yang dimainkan.
  8. Pillow talk : ucapkan terima kasih atas sifat & perilaku baik nya selama 1 hari serta review hal-hal yang tidak baik dari dirinya.
  9. Last but not least adalah bekerja sama mendidik anak dengan pasangan. Harus punya visi misi yang disepakati. Yang paling utama adalah ajak Ayah berperan aktif dalam pengasuhan.

Mudahkan? Hihi saya juga masih belajar kok. Belajar menjadi orangtua betulan bukan kebetulan 😄

Dalam pengasuhan pun suka ada kekeliruan yang terkadang tanpa sadar kita lakukan, seperti

  1. Tidak mengambil tanggung jawab
  2. Kancil: kalau pintar harus “minterin” orang. Duh, 2 di atas kelewatan, kudu diinget2 lagi sama nanya orang deh hahaha.
  3. Bohong. Ini nih yang suka tanpa sadar kita sendiri yang mengajarkan bohong ke anak “mba, kalau ada dari yayasan bilang aja mamah ga di rumah”
  4. Labelling. “Iah nih, anak saya bandel sukanya berantakin meja” kalau anak dengar dia malah akan semakin bandel karena dia merasa dia dipercaya anak yang bandel
  5. Fokus terhadap masalah/kekurangan. Dari smua hal positif yang dilakukan oleh anak hari ini tertutupi oleh 1 hal buruk (mecahin gelas)
  6. Mengancam tapi tidak melakukan. “Kalau kakak masih main hp. Hp nya mamah buang!” You should do that. Buang hp nya!
  7. Menanamkan believe yg salah. “Matematika itu susah nak, harus Les ya” ini udah mindset ke anak kalau matematika tuh susaaahhh
  8. Solusi disuapi. Gampang bantu anak atau mengkoreksi anak akan melemahkan sistem kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. “Ini, mamah beli in satu2 ga usah ribut” tawarkan untuk mereka menyelesaikan atau beri beberapa solusi yang dapat mereka pilih.
  9. Malas. Hal yang tersulit dalam pengasuhan adalah malas mengupgrade diri dengan belajar sebanyak-banyaknya.
  10. Fokus pada DUNIA. Kenalkan anak terhadap pilihan-pilihan masa depan yang tidak melulu soal uang. “Ngapain si nak jadi guru, mending jadi dokter uang nya banyak”

Ahhh.. banyak lah ilmu yang harus saya pelajari dan semoga dapat mempraktekannya. Harus sabar karena smua itu ada proses nya. Ketika berhadapan dengan anak-anak yang perlu disadari adalah

  1. Memahami perbedaan cara belajar anak dg orang dewasa. Anak-anak akan penggunaan seluruh inderanya saat mengeksplorasi. Bagi anak yg penting adalah proses bukan hasil (cuci tangan-> lagi eksplorasi air) hal yg dipelajari dan dinikmati anak.
  2. Perlu memberikan ruang untuk anak berekspresi asal masih aman, tidak merugikan orang lain, tidak melenceng dari Norma agama dan kesopanan
  3. Paham bahwa anak belum berekspresi dg benar : teriakan, pukul, bisa jadi bentuk ekspresi sayang. Ajarkan bagaimana menunjukkan emosi dengan benar.
  4. Sadar ketika emosi kita tidak stabil sehingga perlu waktu rehat sebelum kembali menghadapi anak-anak
  5. Sadar yang dewasa adalah kita. Jadi ga perlu ikut bersikap kekanakan.

Ingat lagi satu hal bahwa

Children see. Children do.

Maka kita harus dapat berfikir dampak apa yang akan terjadi pada anak apabila kita melakukan hal tersebut.

Terakhir, selalu berdoa agar anak kita selalu dalam lindungan Allah SWT & kita sebagai orangtua diberikan ilmu pengasuhan & dipertemukan dengan orang-orang yang se-visi.

Good luck, parents 😘